Jangan salahkan perpisahan, bukan dia yang Salah


Jangan salahkan perpisahan, bukan dia yang Salah
Bismillah ,, kita lanjut ya Bro ( lah emang kapan mulainya ? wkwkw )
Setuju gak dengan judul diatas ?
Setuju lah ya ( hehe , monmaap gue maksa )
Menurut gue sih emang kita jangan menyalahkan perpisahan, toh perpisahan itu pasti kok, malah di beberapa kejadian, sangat diharapkan. Misalnya, perpisahan yang banget diharepin sama anak SMA kelas dua belas, sakingku diharepinya, sampe-sampe sekolah nyiapin acara dengan sedemikian rupa kegiatan dan intinya satu, perpisahan.
Atau gak perpisahanya seseorang dengan hutang, atau Riba , tanpa gue jelasin juga dah pada ngerti lah ya kenapa orang itu pengen pisah sama utang, sama Riba (hehehehe)
Oke lah ada juga kasus perpisahan yang adanya tak ingin diharapkan, misal : perpisahan seseorang dengan orang yang sangat disayangi.
Di-tinggal tepatnya, apapun itu, ditinggal saat lagi sayang-sayangnya cukup menyakitkan bro. Beneran kan ? hehe
Sudahi ya sedihnya . hehe
Cepat atau lambat, perpisahan akan kita rasakan kok, selanjutnya akan kita lalui, setelah itu tinggal menjadi kenangan berharga dan memberi dampak positif, atau kenangan mengerikan dan memberi dampak negatif. Karna sejatinya produk perpisahan itu = kenangan.
Tugas kita adalah memproses setiap pertemuan menjadi sesuatu yang baik, menjaganya sebaik mungkin supaya ketika terjadi perpisahan, kenangan berharga dan memberi dampak positiflah yang kita dapat. Simplenya sih gitu , praktinya bisa lebih rumit . hehe
Perpisahan berawal atau berasal dari pertemuan loh ya, pernah denger “adanya perpisahan itu karena ada pertemuan” ? kalau gue sih pernah denger bro, kapan ? barusan. Hehe jadi jangan salahkan perpisahan sepenuhnya ya , kasian, sementara penyebab awalnya gak kena sama sekali . hehe.
Perpisaha itu pasti !
Qullu nafsin daa ikotul Maut, setiap yang bernafas pasti akan mati.
Ayatt Al Qur’an yang bilang loh ya ..
Nah baiklah , gue rasa cukup meripiuw Perpisahan dari sudut pandang gue. Semoga kita bisa mengambil hikmah disetiap kejadian,menjadikanya pelajaran agar kita senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Alloh berikan. Wallohu’alam .
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email