Tabligh Akbar

“ wa maa Kholaqodzakaru wal Unsa, inna sa’yakum lasatta ….. fa amma man ‘atho wattaqo wasoddaqo bilhusna …“

Sayup - sayup lantunan kalamulloh terdengar di dekat mushola,  tapi bukan dimushola, suara itu berada disebelahnya tepatnya didepan kelas XI IPA 3, memang kelas tersebut berada dekat dengan mushola. Posisinya yang berdekatan itu membuat siswa kelas tersebut mudah untuk melaksanakan ibadah, seperti misalnya mengaji AL Qur’an atau membaca buku-buku islami yang sudah disediakan DKM .

“Ah Ternyata Hilman sedang mengaji didepan kelas”
Ucap Ari dalam hati, seraya melangkahkan kaki menuju tempat Hilman mengaji

Ari dan HIlman adalah kawan karib, sudah dekat sedari belajar di taman Pendidikan Qur’an (TPQ) setara dengan taman Kanak-kanak. Sempat pisah Madrasah Ibtidayah (MI) setingkat SD dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP karena Hilman sempat pindah rumah bersama orang tuanya ke Padang karena Ayah Hilman yang tentara itu ditugaskan disana. Akhirnya mereka dipersatukan kembali di Madrasah Aliyah Al Maktab, yang berada tak begitu jauh dari rumah Ari dan Hilman yang sekarang.

Teng teng teng

Lonceng berbunyi mengisyaratkan waktu istirahat sudah selesai. HIlman dan Ari memang berbeda dengan siswa lainya, yang lain menghabiskan waktu istirahatnya di Kantin atau dilapang bola, Hilman dan Ari tidak. Mereka berdua lebih suka berdiskusi di perpustakaan atau sholat Dhuha di Mushola.

“Assalamu’alaikum anak-anaku”

“wa’alaikumussalam Pak.”

“anak-anaku yang hebat, semoga Alloh senantiasa memberikan rahmat dan berkatnya kepada kita dari dunia sampai Akhirat”

“istajib du’ana ya Mujibassailin, AAmiin “
“anak-anak ku, khusus kali ini kita akan membahas seni yang tidak diajarkan di buku Seni yang biasa kita pelajari ya, kenapa ? karena bapak ingin memberikan anak bapak ilmu yang bisa dimanfaatkan dan langsung dipraktikan”
“kita akan membahas tentang pentingnya survei untuk menentukan karya apa yang harus kita buat. sebagai seorang seniman yang pintar, kita juga harus pintar memilih karya yang tepat untuk orang , waktu dan lokasi yang tepat. Jangan sampai kita membuat kaligrafi bahasa arab di vatikan misalnya, walaupun mungkin ada saja orang yang tertarik , namun peminatnya tidak akan banyak.”

“Pak !?, “
 Tiba-tiba Ari mengangkat tagan .
“Iya nak Ari, ada apa ?”

“gini pak, kata bapak kan kita harus melakukan survey terlebih dahulu tuh, sebelum menentukan karya apa yang harus di buat. Pertanyaan Ari, Survey seperti apa tepatnya pak ? mungkin bapak bisa langsung memberikan conothnya”

“wah Nah Ari ini semangat sekali ya, baru saja bapak ingin menjelaskan contohnya, tapi nak Ari sudah nanya duluan, pintar sekali kamu Nak… “ yang berbicara dan menjawab pertanyaan Ari, adalah pak Aman, guru Prakarya di Madrasah Al MAktab.

“Baiklah .. contoh survey itu begini ….. “
Pak Aman dengan Khasnya yang santai dan perlahan menjelaskan pertanyaan yang Ari minta. Hingga Ari mengangguk tanda mengerti.

----- -------
“Eh Ri,  kamu lagi ngapain ?”

Sapa HIlman menegur sahabatnya Ari yang terlihat sedang sibuk didepan layar laptop .

“Eh ada kamu Man, ini nih, aku lagi nyiapin Quisioner buat survey”
“Survey, Survey apaan Ri ?”
“Ituloh yang dibahas sama Pak Aman kemarin, aku mau langsung praktekin buat acara Tabligh Akbar Madrasah kita nanti. Quisioner ini bakal kita evaluasi nantinya untuk menentukan siapa yang akan mengisi ceramah pas Tabligh AKbar di Madrasah kita. “

“Oh gitu ya Ri”

“Iya gitu Man, baydewey kamu ngisi acara pembukaanya dengan tilawah ya Man”

”iya Ana siap Inysa Alloh Pak Ari sang ketua pelaksana Tabligh Akbar, hehe”
Jawab Hilman sambil tersnyum dan menepuk pundak sahabatnya.



Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email