Hari ke-6 Ngodop I Peka Dong!

7 komentar
Pict : Freepik.com

***
Langit mendung di kota hujan, layar smartphone kota bogor menampilkan satu baris notifkasi. Notifikasi tersebut sepertinya datang dari langit untuk kota bogor
“Anda menerima pesan baru dari langit : Gor, sebentar lagi si awan mau nangis”
Di bawah langit bogor, ada dua sejoli sedang terlibat percakapan.

Desi : aku mau pulang
Deso : oh yaudah hati-hati ya
Desi : hati-hati aja?
Deso : oh iya apalagi emang?
Desi : hmmm
Deso : eh kamu kenapa tiba-tiba murung?
Desi : gapapa
Deso : katanya mau pulang, kok masih disitu?
Desi : kamu mah! (kamu ya!)
Deso : kenapa kerah? (memangnya kenapa?)
Desi : teuing ah, kamu mah PEKA DONG!

Desi beranjak meninggalkan Deso. Sementara Deso mematung tepat di pinggir motornya. Usut punya usut ternyata Desi berharap Deso mau nganterin Desi pulang tanpa Desi minta terlebih dahulu ke Deso. Hoaaalah , kan jadi lucu ya. Hehehe

***

Beranjak dari cerita Desi dan Deso. Sebagai penulis, sudah seharusnya kita memiliki kepekaan terhadap tulisan kita, kepekaan itu bisa berupa peka terhadap perasaan pembaca, peka terhadap isi dari tulisan kita, peka terhadap apa pun yang mungkin terjadi kepada tulisan kita. Adapun kali ini gue mau bahas beberapa kepekaan yang berhubungan dengan penulis dan tulisannya. Chekidot!

Peka terhadap lingkungan

Sebagai penulis kita seharusnya mampu peka terhadap lingkungan, setiap kejadian yang terjadi seharusnya kita mampu menuliskannya se detail mungkin. Caranya, adalah dengan membuka mata lebar-lebar dan membiarkan indera pendengaran kita berfungsi dengan baik; selain itu, hati kita juga harus dalam kondisi yang siap ya. Ada cara yang efektif untuk melatih kepekaan terhadap lingkungan ini. Adalah dengan melakukan aktivitas pengamatan secara rutin, menuliskan hasil pengamatannya sebaik mungkin. Hasilnya, perlihatkan ke teman atau sahabat atau orang yang jiwa penulisnya lebih baik daripada kita, minta dia memberikan komentar dan masukan.

Peka terhadap isi tulisan 

Menjadi penulis yang baik, berarti menulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan. PUEBI, EYD, Diksi, dan aturan tentang penulisan lain harus bisa kita upayakan. Contohnya ketika kita selesai menulis sebuah tulisan, coba baca dan baca lagi, diperiksa apakah tulisannya sudah sesuai dengan PUEBI, untuk memeriksanya kita bisa unduh dokumen PUEBI; di internet banyak loh. Selanjutnya kata yang kita pilih apakah sesuai dengan KBBI yang ada? Caranya buka situs KBBI Daring besutan kemendikbud di https://kbbi.kemendikbud.go.id ; Cek, apakah penggunaan kata nya sudah sesuai KBBI.

Peka terhadap pembaca

Tujuan kita menulis adalah supaya dibaca oleh pembaca, termasuk tujuan gue nulis ini adalah supaya bisa di baca oleh Raiders sekalian. Apakah tulisan kita dapat diterima oleh pembaca?. Caranya adalah :
Nulis aja terus lanjut
Menulis apa pun yang ingin kita tulis. Tulis bermacam-macam jenis tulisan. Dari situ, kita bakal tahu komentar dan feed back dari pembaca, manakah yang lebih mereka sukai dari tulisan-tulisan kita. Kepekaan kita terhadap pembaca bisa dilatih dari situ.

Kesimpulan yang bisa kita ambil adalah :

Untuk menjadi penulis yang peka, yang perlu kita lakukan adalah memilih untuk terus berlatih menulis tiada henti. Karena dengan berlatih kita bisa membuat yang tak biasa menjadi biasa, dan yang tak bisa menjadi bisa. Insya Allah.

Well, demikian tulisan gue di hari ke-6 Ngodop, gue Ibrahim Dutinov. Gue Penulis, bukan teroris.

#KMPSMI2, #ODOPBatch7
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

7 komentar

  1. Mantull... Jadi harus muhasabah dengan tulisan sendiri ya kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya kang. beneran. harus sering berlatih nulisnya sambil berlatih musahasabah.

      Hapus
  2. si desi ngambeknya ngegemesin. desi dan deso cuma iklan ya ternyata. semoga kita semua bisa jadi penulis-penulis yang peka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya itu iklan doang Kak. akutu belum lancar nulis cerpen soalnya jadi iklan aja .

      aamiiin, makasih udah mampir dan berkomentar ya

      Hapus
  3. Peka ya bukan peka tambah k. Nice tulisannya

    BalasHapus
  4. oot ya Kak, tertarik sama tagarnya... KMPSMI2 itu...? Hehehe, selamat belajar lebih peka lagi!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kelas menulis perpustakaan dari Sukabumi Kak. Hehe.
      PJ nya PJ di ODOP juga Kak Ivet yang punya blog vit4fit.bligspot.com

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email