Hari ke-8 Ngodop I IDE

35 komentar

Ide merupakan sesuatu yang sering diburu oleh banyak orang, apalagi dikalangan orang-orang kreatif. Mau bikin usaha butuh ide, mau bikin tulisan butuh ide, pun dengan mau bikin cerita indah bersama pasangan ya, pasti butuh ide kan.

Segitu diburunya ide, ada orang secara sengaja mengeluarkan uang banyak untuk sebuah ide. Seumpama orang yang nggak mau ribet nyari, dia akan cari sampai dapat walaupun harus membelinya kepada orang lain.

Ide ini sangat berharga karena tidak semua orang dapat menemukannya. Seringkali malah ketika kita mendapatkan ide, eh tiba-tiba ngilang begitu saja. Hahaha  Berabe memang.

Ide itu dapetnya bisa tiba-tiba, tiba-tiba juga bisa menghilang. Seperti lirik lagu di bawah ini :

Kau datang dan pergi sesuka hatimu

Kejamnya dikau, teganya dikau padaku

Kau pergi dan datang sesuka hatimu

Oh sakitnya hati bencinya hati padamu

Sakitnya hati ini

Namun aku rindu

Bencinya hati ini

Namun aku rindu

Ello, Benci Tapi Rindu

(Tos kalau kita samaan. Hahaha)

Ide itu Apa Sih?

Ketika saya coba mengetik kata  “Ide” di situs KBBI versi Kemendikbud, maka hasilnya seperti ini :  

Ide adalah

1. n rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita: ia mempunyai -- yang bagus, tetapi sukar dilaksanakan

2. n perasaan yang benar-benar menyelimuti pikiran

Saya berhenti membaca untuk sesaat, lalu coba mencerna perlahan kata demi kata yang tentang pengertian ide itu. Aha! Ternyata begitu cara kerjanya.

Rancangan yang Tersusun di dalam Pikiran

Siapa sih yang nggak pernah sama sekali bikin rancangan? Pasti pernah semua dong ya! Kalaupun ada, mungkin gak sadar aja dia lagi bikin rancangan. Atau mungkin memang belum memiliki akal yang cukup (maksud saya adalah anak-anak atau balita).

Semua pasti setuju jika rancangan itu sifatnya belum utuh, artinya bisa jadi masih dalam proses, atau justru masih acak. Tapi yang mamanya rancangan ini sudah tentu memiliki tujuan khusus. Misalnya rancangan membuat rumah, baru ada gambar aja tuh, rumahnya mau kayak gimana. Tapi bahan material, tukang nya belum ada.

Sama juga dengan Ide. Dalam pikiran kita, yang namanya ide ini masih olahan, bahan-bahannya masih masih berupa susunan belum bisa menjadi "Sesuatu". Tapi kita udah punya tuh tujuan akan diapakan ide itu dalam pikiran kita.

Susah tapi Bisa dicari

Bukti bahwa ide susah dicari adalah adanya transaksi diantara orang yang punya ide dengan orang yang gak punya sama sekali. Meski demikian, bukan berarti ide tidak bisa ditemukan pasti selalu ada cara menemukan ide.

Satu cerita datang dari perfilm-an Indonesia. Cerita tentang Joko Anwar yang pernah nyari ide sampai ke kuburan ketika mau syuting film Gundala. Sutradara sekaliber Joko Anwar pernah melakukan hal se aneh itu ketika nyari ide.

Saking susah kali ya? Hihi

Lain cerita dengan Joko, Thomas Alfa Edison pernah melakukan hal unik cenderung aneh untuk mendapatkan ide.

Menurut sumber yang saya baca, Thomas sering sekali memilih tidur siang sambil memegangi piring logam dengan dua Stell Ball di atasnya. Hal itu dilakukan ketika Thomas sedang mendapatkan masalah yang berat.

Lain lagi dengan Stravinsky seorang komposer dari Rusia. Dia akan melakukan headstand ketika sulit mendapatkan ide. Menurut dia headstand itu akan membuat otaknya beristirahat sejenak, lalu mendatangkan sensasi segar dan mudah untuk mendapatkan ide.

Penutup

Ide ini adanya didalam pikiran kita, mendapatkannya bisa jadi susah. Bisa jadi mudah. Cerita tentang Joko, Thomas dan Stravinsky mungkin bisa Anda tiru jika ide tidak juga datang di kepala. Hehe 

Selebihnya, ide bisa datang dengan cara yang berbeda tergantung situasi kondisi kita sih ya. Bagaimana cerita Anda ketika mendapatkan ide, susah nggak? Yuk bagi ceritanya di kolom komentar

Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!
Terbaru Lebih lama

Related Posts

35 komentar

  1. Ide, hmmm... Datang dan pergi.

    Bagaimana ya supaya si ide ini bisa tetap bertahan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe. sama Kang, datang dan pergi begitu saja kayak letto.
      makanya sekarang mah saya pokok e nulis ajalah... trus bener-benerin puebi, diksi dan lain sebagainya yg masih bisa dibenerin. kalau dah terlanjur ke publik. berharap ada yg berbaik hati berkomentar, lantas melayangkan kritik dan saran.

      Hapus
    2. Mantap. Kang, mau ikut jejak kang Ninja ah

      Hapus
  2. Ketika aku dapat ide, malah waktunya ga ada. Giliran waktu senggang, eh idenya udah pergi tak tahu kemana tanpa pamit tanpa memberi kabar untuk kembaliπŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gatau adab ya itu si Ideu . Hehe

      Makasih sudah mampir Kak

      Hapus
  3. Egois memang si Ide itu. Tamu yang diundang namun kadang tak kunjung datang. wkwkwk

    BalasHapus
  4. Hehhh dasar ide, lagi sibukk aja muncul terusssss giliran senggang tipis langsung pergiiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gatau diri emang dia mah. Hehe


      Makasih udah Mampir kak

      Hapus
  5. Hehehehe... Menarik, ide itu ternyata sifatnya wow. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Semoga enggak pusing kalau idenya ga datang-datang. Hooo, ide ga datang apa kiya yang kurang tangkas ngasih ultimatum? πŸ˜†

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih aihahaha. Kayaknya iya deh ... Kudu sampe agresi militer mungkin biar idenya ngalir terus. Hehe

      Hapus
  6. Mantap ketika Ide menjadi sebuah ide maka terlahirlah ide yang menjelaskan tentang ide...mantaplah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dududu, itu banyak banget idenya Kang.

      makasih udah mampir ya , hehe

      Hapus
  7. Ide sering dtg d tempat dan keadaan yg kurang tepat.
    .
    Btw kyk nya liriknya kblik gk sih kak?
    Kau pergi dan datang atau kau dtg dan pergi #peace

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe. itu udah dari sananya. jadi memang ada datang dan pergi, ada pergi dan datang.. hoaalah pokoknya ide ya gitu. hehe

      makasih dah mampir ya

      Hapus
  8. Makan ide nggak bikin kenyang? Nggak bikin gemuk juga-kah? Kalau iya sama mau konsumsi ide setiap hari πŸ˜‚ makasih tulisannya Kang Penulis yang bukan teroris! Semangaaat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. enggak kok Mbak, belum nemu kasus orang jadi gemuk atau malah obesitas gara-gara terlalu banyak ide. hehe

      makasih semangaatnya Kakak, makasih juga sudah mampir

      Hapus
  9. "Kalau lagi ada, harus segera di pindahkan biar enggak ngilang."
    wah ini ni... dipindahin kemana bang bagusnya?? ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. kita sebagai penulis katanya disarankan untuk bawa buku catatan, nah pas ada ide, kita pindahin tuh dari buah pikiran kita menjadi kerangka dalam tulisan, hehe.

      kalau gak buku catatan ada google keep, atau aplikasi noted bawaan gawai, atau enggak ada aplikasi speechnote yang bisa nulisin apa yg kita ucap.

      Btw makasih udah Mampir-mampir sini ya Kak

      Hapus
  10. Ide datang tak di undang pergi gak pamit bikin susah nyarinya.... Semangat odop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangaaat juga Ayah Jesi . hehe

      makasih udah dateng

      Hapus
  11. Ide kadang muncul di saat yang tidak tepat, datang tak diundang 🀭 eggak deng, kadang juga datang di saat kita butuh yah hehe

    BalasHapus
  12. kadang datang tak dijemput pulang gak diantar ya Kak

    BalasHapus
  13. Mulai dari yang sederhana, paling dekat dengan kita, tentang kita. Jadilah ide yang membangun sebuah tulisan. Jika misalnya ide untuk menulis. Kadang tuh, kita sebenarnya punya banyak ide tapi ekseskusinya yang kurang matang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah, ternyata setelah ada ide pun masih ada permasalahanya ya

      Hapus
  14. Auto nyanyi saya...
    Mudah-mudahan untuk minggu-minggu berikutnya kita semua nggk pernah kehabisan ide untuk ngodop...aamiin

    BalasHapus
  15. Ide sering datang ketika tak bisa diikat, ketika mau diikat terbang entah kemana

    BalasHapus
  16. Ide bisa datang dari mana saja, termasuk ketika sedang memenuhi panggilan alam wkwkwkwk.

    Kabooooorrr

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duuuut preeeeet ... alunan ketukan sederhana, tertanda perut kembung... hehe

      Hapus
  17. Mau nyoba headstand ah biar dapet ide :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh saya mah gak kuat, pusing pusing gimana gitu . hehe berat sama badan juga kasian leher sama kepala. Hihi

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email