Resensi Buku : #About Love - Tere Liye

14 komentar
Judul: #AboutLove
Penulis: Tere Liye
Terbit: Juli, 2015, oleh PT Gramedia Pustaka Utama
Genre: nonfiksi
ISBN : 978-602-03-1778-6
Jumlah Halaman: 128 halaman
Harga : Rp. 88.000.-

A. Sinopsis
Jatuh cinta adalah salah satu anugerah terbaik. Cinta memberi kita kesempatan untuk memahami banyak hal. Cinta juga menjadikan kita lebih dewasa, lebih berani, dan bertanggung jawab. Cinta pula yang menjadikan manusia sebagai manusia.
Masing-masing dari kita memiliki kutipan favorit tentang cinta. Satu, sepuluh, atau bahkan seratus kutipan seperti yang ada dalam buku ini bisa menjadi pegangan kita dalam mencinta.
#AboutLove merupakan rangkuman kutipan cinta ter-favorit dari Tere Liye.
Selamat menikmati cinta.
***
Hallo … ada yang sudah baca buku ini? Buku karya Tere Liye memang selalu memberikan pesan yang sangat bagus ya. Selain menyajikan cerita yang bagus pula, Tere Liye mampu menangkap sesuatu yang sederhana ilmu yang luar biasa. Termasuk buku ini.
Buku yang berisi Quotes untuk menanggapi banyak hal tentang kehidupan ini, gue pikir wajib dimiliki oleh kamu  biar lebih paham dalam alur kehidupan yang sedang kita jalani. Hehe
Kelebihan
Memanjakan mata dan pikiran. Itulah kalimat pertama yang gue rasakan ketika membaca buku ini. Well... quotes demi quotes tertulis dengan tampilan yang menarik banget untuk dibaca loh. Enggak bikin mata jadi jenuh juga. Dan yang gue suka adalah ilustrasi-ilustrasinya itu loh keren pisan. Asli keren! 

Quotes yang disajikan Tere Liye dalam buku ini juga memberikan asupan segar untuk pikiran kita. Dan bahasa yang digunakan sangat sederhana namun berkesan loh.
Biar gue enggak disebut tukang bohong, nih bakal gue kasih beberapa lembar tulisan dalam buku tersebut. Socoba  deh kamu lihat beberapa tampilan dari bukunya :

Ciyyeh yang belum punya pasangan, yang sabar tuh katanya. hehe


Mantap banget kan?



Hayyoh ... mana nih yang katanya cinta? bisa membuktikan kata-katanya enggak?


Dont Wasting Time ... 


Bagaimana? Menarik bukan?
Kelebihan lainnya adalah kamu juga bisa menjadikan setiap quotes yang ada dalam buku ini, menjadi quotes tambahan dalam cerita yang sedang kamu garap, novel, cerpen atau bahkan sekedar status di sosial media.

Kekurangan
Buku ini tidak memiliki daftar isi, kalau kamu ingin menemukan apa yang kamu ingin cari dalam buku ini, ya kamu harus buka satu-satu.
Sekian Review gue untuk buku ini. Bagiamana? kamu tertarik membacanya?

hari ke-18 Ngodop
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

14 komentar

  1. Balasan
    1. waaaah ada Pak Ketu.
      Terima kasih Pak Ketu sudah berkunjung kesini. hehe

      Hapus
  2. Wiih๐Ÿ‘๐Ÿ‘
    Kren kg azwar resensinya๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Teh Yuli. terima kasih sudah berkunjung ya . hehe

      Hapus
  3. Mantap bang..tapi di paragraf terakhir "kamuingin" kurang spasinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe sengaja sebetulnya biar ada yang merhatiin. eh Ternyata ada juga yang komen itu. berarti peduli ya.

      terima kasih Kak

      Hapus
  4. Aaaaa mantabz jiwa ini, Masya Allah. Cuman satu yang kurang tepat, penulisan "quotes-quotes". Sebaiknya tidak usah double. Kenapa? Karena kata "quotes" sudah menyatakan sesuatu yang jamak. Jadi, cukup "quotes" saja.

    Good job ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh iya ya . Astaghfirullohalazdzim..
      Terimakasih Ummu 'Aashim sudah berkunjung dan memberikan koreksi. hehe

      Alhamdulillah

      Hapus
  5. Mantap ini mah. Menggelitik dompet untuk bisa memboyongnya pulang. ๐Ÿ˜
    Terimakasih sudah bikin review buku ini Kak Ibra.

    Btw, setelah tanda seru ga perlu titik lagi, ok?

    Terus "loh" itu mestinya diitalic ya. Itu sudah ada yang italic, enggak konsisten aja bawahnya. Tapi, overall keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. keren keren keren. Alhamdulilllah komentarnya keren, terimakasih sudah mengingatkan ya Kak.

      Hapus
    2. Sama-sama... ๐ŸŒท

      Hapus
  6. Saya termasuk yang suka (hampir semua) karya Bang Tere Liye, tapi buku ini belum pernah baca. Mungkin karena bukunya memang lebih cocok untuk abege-abege ya, saya kurang nyaman sih baca dengan tampilan super 'meriah' begitu. Justru jadi pusing saya bacanya... *eh ๐Ÿ™ˆ

    BalasHapus
  7. alur, gaya Bahasa, konflik, tema, penokohannya gak ditulis kang? Tapi Selvi asik-asik aja gitu baca tulisannya hihi selalu menghibur prok...prok...prok….

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe. karena ini bukunya berisi status-statusnya bang tere di sosmed tanpa menjelaskan sebuah persitiwa tertentu. aku pikiri sih enggak perlu bahas alur, atau konflik. kalau gaya bahasa dan tema mah sepertinya memang aku perlu review juga sih. dan belum.

      makaasih saranya Kakaku

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email