7 Penyebab Hancurnya Rumah Tangga



7 penyebab hancurnya rumah tangga

Hai, gue balik lagi. Kali ini bukan tips soal menulis yang bakal gue share ya, tapi sedikit ilmu yang pernah gue dapat. Baydewey ilmu ini gue dapet dari Istri gue saat waktu itu kita sedang ta’aruf-an. Hehe buat yang belum nikah, yang sudah atau pun mau nambah, mohon pantengin sampai selesai ya.

Berikut 7 penyebab itu :

1. Landasan spiritualnya.

Yang menjadi modal utama dalam berumah tangga adalah keduanya menjalankan hak dan kewajiban yang sudah di atur oleh Agama. Agama Islam itu super lengkap loh, semua urusan sudah barang tentu pasti ada aturannya. Termasuk hak dan kewajiban suami - Istri. Suami harus paham betul dengan hak dan kewajiban dirinya sebagai kepala rumah tangga ya! Kalau belum mengerti, cobalah tanya guru ngaji, sambil silaturrahmi kunjungi beliau ya!

2. Egoisme

Bab egois ini menjadi bab yang menyeramkan, bagaimana jadinya jika kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan? Kita dipaksa melakukannya padahal kita enggan. Ini tidak enak bukan? Egoisme muncul karena sifat ingin menang sendiri, tak peduli pasangan suka atau tidak. Nah, hal ini harus di haramkan ya, balik ke landasan spiritual tadi, coba telisik lagi hak dan kewajiban sebagai suami Istri ya

3. Miss komunikasi

Miss komunikasi adalah saat di mana kamu dan pasangan terjebak diantara persepsi masing-masing. Kamu nyangkanya pasangan kamu begini, pasangan kamu nyangka pasangan kamu begitu. Kamu nyangka apa yang dilakukan salah, padahal belum tentu. Maka berkomunikasilah. Dahulu sebelum kalian resmi berdua, bukankah ada komunikasi sebagai dasar sama-sama saling mengerti?

4. Membiarkan masalah berlarut atau justru lari dari masalah

1 berkas kerjaan apabila dibiarkan tidak segera dikerjakan akan menumpuk bukan? Kalau sudah menumpuk akibatnya apa? Enggan di kerjakan, nambah masalah baru, pikiran jadi tertekan, dan lain sebagainya.
Anggap berkas itu adalah masalah, kalau kita biarkan berlarut tanpa diselesaikan, bukan tidak mungkin kalau bakal datang masalah baru. Hancur deh rumah tangga kamu.

5. Hanya memikirkan kekurangan yang ada pada Istri tanpa bisa memperbaikinya.

Suami yang baik adalah suami yang pengertian, suami seharusnya tahu kalau penciptaan seorang perempuan itu dari tulang rusuk laki-laki, pada hakikatnya perempuan itu “bengkok” tugas lelaki adalah meluruskannya. Tapi pelan-pelan ya, jangan sampai patah.

6. Membiarkan bebas pergaulan Istri atau tidak mengontrol pergaulannya.

Fitrahnya seorang perempuan itu di rumah, kalau pun keluar ya harus sama mahromnya. Kalau pun keluar ya harus ada alasan yang tepat. Nah, bagaimana dengan zaman modern seperti sekarang? Coba deh tanya ke ustad tempat kamu tinggal, sekalian bersilaturrahmi dengan beliau ya. Salamkan dari gue ya.

7. Tidak peduli dengan perkembangan keilmuan isteri

Bagaimanapun juga sudah menjadi tugas suami untuk mendidik Istrinya, baik buruk perangai Istri, kuncinya ada disuami. Meski begitu masih ada perempuan sholehah yang disebut dalam al qur’an walaupun bersuamikan orang dzolim atau justru tidak bersuami. (Siti Asiyah Istri fir’aun dan Siri Maryam ibunya nabi Isa AS)

Wallahu ‘alam bisshoab































Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Follow by Email