Hujan Oktober

8 komentar
unsplash.com


Hujan Oktober
Tiap tetesnya menyulam Senandung Rindu
Menyamarkan tangis padahal sedang sedu-sedunya
Menyeka wajah kotor yang penuh kebencian

Hujan Oktober
Memiliki Teka-teki disetiap genangan yang dihasilkannya
Mungkin saja sebatas lubang kosong terisi air
Atau mungkin ada kenangannya

Hujan itu Buta
Cinta itu melihat
Oktoberku membuat hujan menjadi melihat
Dan cinta menjadi buta

Ada apa dengan tangisan Bayi dalam gubuk itu?
Apakah dia kehilangan susu

Ada apa dengan Kenangan masa lalu?
Apakah dia tersesat tak bisa datang memelukku

Hujan Oktober itu Anugrah.
Setiap tetes nya mengobati
rindu-rindu kering yang kehilangan

Cidahu, Sembilan sepuluh sembilan belas.
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

8 komentar

  1. Keren Kakak luar biasa #semangat

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Alhamduliillah, punya Kak Atiq soal menanti hujan juga bagus..

      Hapus
  3. di tunggu kelanjutan puisi-puisi lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, kebetulan karena tantangannya bikin puisi, jadi aja bikin puisi. padahal ngerasa gak bisa bikin puisi sebelumnya

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email