Penulis Berkualitas seharusnya Berkomunitas



Kamu, iya kamu!
Kamu penulis pemula? atau kamu ingin jadi penulis?
Hmmm apa kamu sudah bergabung dengan komunitas menulis?
Waaah. Rugi kalau belum, nih sini gue kasih bocoran.

Penulis Pemula

Gue adalah penulis pemula, modal utama gue nulis saat ini adalah karena gue mau. Gue ingin. Karena itulah gue nulis, apa yang gue tulis? Enggak tahu! Hehe asli enggak tahu. Modal dari kemauan itu, gue pikir bakal datang jalan baru. Karena kan katanya “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan”. Jadi gue pikir, kalem aja lah nulis terus. hehe

Jalan gue ternyata ketemu setelah gue membaca beberapa buku. Gue liat dan gue rasa, Loh ternyata menulis itu kebutuhan ya, salah satu misalnya, gue yang pelupa jadi bisa ingat apa yang gue lakukan karena menulis. Atau gue juga bisa ingat ke mana bakal perginya gaji bulanan gue, juga karena menulis. Jadi, menulis udah berubah dari mau, menjadi kebutuhan tuh.

Gue pernah denger ucapan keren dari penulis, namanya Kang Abik. Beliau bilang, “Untuk bisa jadi penulis, ya nulis” wooow keren kan ya? kata-kata yang hampir 100% bisa berhasil. Walaupun begitu, menurut gue cukup membingungkan juga awalnya. Lah gue mau nulis apaan? hehehe. Ah sudah lah, pokoknya yang penting nulis kan. Kalem aja lah nulis terus.


Ucapan itu yang membuat tulisan gue belakangan kebanyakan karena apa adanya. Adanya ide ini, ya gue tulis ini, adanya ide itu, ya sudah gue tulis itu. Belum konsisten! Topik, tema, latar, atau pakem apa pun tentang menulis, enggak gue pedulikan tuh. Pokoknya gue bilang dalam hati, kalem aja kah nulis terus.


Bergabung dengan Kelas Menulis Perpustakaan Kab. Sukabumi

Nah.. di sini, di kelas menulis perpustakaan (KMP) Sukabumi_lah ‘karir’ menulis gue bermula. Hehe asli, setelah gue gabung komunitas keren ini, segala hal tentang penulisan satu-persatu akhirnya terkuak. Bak misteri yang tak pernah gue pecahkan sebelumnya, akhirnya bisa gue pecahkan. Gegera KMP ini nih. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Gue jadi beberapa langkah lebih dekat dengan dunia menulis.

KMP, lewat mentor yang sangat luar biasa, mengenalkan gue dengan dunia kepenulisan. Selanjutnya di KMP. Sebagai pisau yang harus di asah, gue sama mentor diwajibkan untuk mengikuti test masuk komunitas lain, namanya komunitas one day one post (ODOP). Syarat mengikuti ODOP waktu itu adalah menulis 5 paragraf bertema “Menulis adalah duniaku”. gue nulis, gue kirim sesuai ketentuan, Alhamdulillah, pada waktunya gue keterima masuk ODOP.


Bertemu dengan komunitas ODOP

Komunitas keren selanjutnya adalah ODOP. Jangkauan komunitasnya lebih luas (seluruh indonesia men), anggota dan mentornya juga lebih banyak. Penulis pemula sampai penulis mahir ada di sana.

Kegiatan pertama gue di ODOP adalah membuat satu hari satu postingan di blog. kita dibiasakan untuk menulis dulu tuh, selanjutnya mentor-mentor ODOP membekali kita dengan ilmu-ilmu baru. Apa itu non fiksi, apa itu fiksi, fiksi mini, cerpen, resensi, review, novel, novelet, artikel, essai dan banyak lagi. Jenis-jenisnya, Dan selainnya.
Di sana gue kenal Blog Walking, belajar mengapresiasi karya orang lain, belajar bedah tulisan, berteman dengan sesama penulis, dan banyak lagi.


Penulis berkualitas seharusnya berkomunitas

Pokoknya, setelah berkomunitas gue merasa kualitas tulisan gue makin ke sini makin bagus. Ya… walaupun masih banyak kesalahan sih, tetapi gak banyak seperti pertama menulis loh. Perlahan tapi pasti gue bisa belajar lebih baik dengan berkomunitas.
Selain itu, dengan berkomunitas, gue jadi punya tujuan untuk tulisan-tulisan gue, enggak sekedar nulis. Ada yang gue tujukan untuk masuk koran, untuk bikin antologi bersama, untuk bikin buku solo, atau pun untuk bikin postingan sosmed yang lebih menarik.
Kedua komunitas di atas memberikan gue ruang untuk menjadi penulis buku, penulis artikel di media cetak atau media elektronik. Coba, lebih untung berkomunitas kan dari pada sendirian.

Maka dari itu gak salah kalau gue bilang penulis membutuhkan komunitas supaya tulisan kita jadi berkualitas 

FYI . penulis seperti Asma Nadia, Kang Abik, atau Penulis-penulis keren lainnya juga berkomunitas loh

Well. Terima kasih sebelumnya kepada Ummu ‘Aashim yang punya laman Renioktaviani.com. Sudah membahas tulisan dengan tema serupa. Karena tulisan dari sana, gue jadi punya ide untuk kembali menulis pengamalan ngodop gue.

sekian Gue Ibrahim Dutinov. Gue penulis. bukan teroris




Wah ... Nuhun pissan ya udah baca tulisan gue sampei akhir. jangan tinggalkan komentar ya Kak . nuhun pisan
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email