Sebuah Permulaan

1 komentar
Kisah ini bermula dari 2 sahabat dengan sifat yang berbeda.

Kenalin, yang pertama namanya Rangga

Ia adalah anak yang suka menebar senyum, akrab dengan siapa saja, orangnya mudah bergaul. karena sifatnya itu, ia jadi gampang punya banyak teman. eh tapi sayang juga sih, pertemanannya itu tidak berbanding lurus dengan kisah percintaannya. ia masih betah menyandang gelar joker, alias jomlo keren. eh iya begitu bukan karena saking keren ya, Rangga itu paling gak nyaman kalau deketan sama cewek, entah kenapa sifat yang tadi disebutkan, semuanya hilang ketika deketin cewek. jadi kikuk, seringnya salting. wahahahaha

"Woi, ngopi ngapa ngopi. diem-diem bae" sahut rangga, sambil nepuk pundak wahyu yang sedang asyik baca buku depan cafe. sebenernya mereka sudah janjian.
"kan gue nunggu elu dulu Ga, katanya mau traktir" jawab Wahyu.
"ah iya ya. asiyap, yaudah kita ngopi sekarang"

sejurus kemudian, datang perempuan berwajah oriental berkulit putih, memakai kerudung. hidungnya sedikit mancung.

"Assalamu'alaikum Kak, mau pesen apa?" tanya perempuan itu sambil menyiapkan pensil dan catatan. ternyata ia adalah salah satu pelayan cafe itu.

"wa'alaikumussalam" jawab Rangga dan Wahyu kompak. tapi wajah Rangga tiba-tiba jadi merah, entah gugup atau nahan sesuatu, beberapa detik ia terdiam tanpa pergerakan berarti.

"Ga, ditanya tuh sama si Tetehnya, mau pesen apa?" sambil menggebrak sedikit meja depan wajah Rangga. "eh, iya, anu. pesen kopi aja dua ya"

"Kopinya kopi apa Kak? kita ada Gayo, Kintamani, Kalimanjaro, terus penyajiaanya ada  cappucino, cafelatte, espresso untuk yang panas nya, atau kakak lebih suka yang dingin ada.." belum selesai perempuan itu menjelaskan seperti suruhan atasan sebagaimana seharusnya tiba-tiba Wahyu memotong "Gayo Espresso aja 2"

"Ga lu kenapa?" itu karyawan baru kek nya, segitunya lihat cewek.

berbeda dengan Rangga. Wayhu ini orangnya lebih calem, sebenernya dia termasuk orang yang alim yang agak gaul. gimana jelasinnya ya.. pokoknya gitu tar juga tahu sifat aslinya Wahyu, haha

"Jadi gini Way, gue dah bilang kan kalau bakalan ada yang gue omongin sama lu. hanya lu teman sejati gue, yang lain mah cuman sksd doang, sok kenal sok deket gimana gitu. gue mau cerita, kemarin ada yang nawarin gue kerjaan di Jakarta. katanya kita bakal dilatih jadi pengusaha gitu, masarin produknya dia"

dikemudian hari, mereka berdua nekat ambil kerjaan itu. dan ternyata mereka justru tertipu, dijadikan pekerja yang tak digajih. semua akses ke dunia luar dibatasi. semua alat komunikasi disita. 


Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

1 komentar

Posting Komentar

Follow by Email