Sabar ada Batasnya?

Posting Komentar
Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarookatuh

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Hemm. bener gak sih sabar itu ada batasannya? bukannya kalau dia udah gak bisa nahan, gak bisa nunggu. berarti dia udah gak sabaran. artinya predikat sabar sudah terlepaslah dari dirinya. lantas, bagaimana ilmu yang sudah ada, yang pernah ditulis oleh para guru atau peneliti menjelaskannya? mari kita simak bareng-bareng ya.

Sabar itu apa sih?

Kata sabar berasal dari bahasa arab yaitu as-Shabru, merupakan masdar dari fi’il madhi yang berarti menahan diri dari keluh kesah. Ada juga yang mengatakan as-Shibru dengan mengkasrahkan shadnya yang berarti obat yang sangat pahit dan tidak enak. Imam Jauhari memahami kata sabar yang bentuk jamaknya berupa lafad صُبُرٌ dengan menahan diri ketika dalam keadaaan sedih atau susah.

Ar-Raghib Al-Asfihani berpandangan bahwa sabar adalah kuat atau tahan ketika dalam keadaan sempit maupun sulit. Menurutnya, sabar juga berarti menahan hawa nafsu dari sesuatu yang dapat merusak akal dan syari’at. Sabar dalam pandangan M. Quraish Shihab adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik. Adapun dalam pandangan Ibnu Qayyim al-Jauzi sabar adalah menahan diri dari rasa gelisah, cemas dan amarah; menahan lidah dari keluh kesah, menahan tubuh dari kekacauan.

ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menyebutkan kata sabar dalam ayat-Nya. salah satuny adalah sebagai berikut :


وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

Artinya:

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri” (QS. At-Thur : 48)

Apakah Betul Sabar ada Batasannya?

Pernah gak sih ada yang bilang sama kamu kayak gini "Sorry, sabar gue ada batasnya!" atau "Hah! ?kesabaranku sudah hampir habis" mungkin "sabarku sudah ada diujungnya!" uatu pernyataan yang sebetulnya sangat kurang tepat.

Itu adalah pemahaman yang keliru. Pemahaman kita bahwa sabar itu ada batasnya akan membuat kita lemah dan sulit untuk tegar menerima segala permasalahan yang sebenarnya datang dari Allah SWT. Batin kita akan merasa 'kerdil' dan akan cenderung lepas kontrol dengan sebuah alasan bahwa “sabar itu ada batasnya”. orang yang beranggapan bahwa sabar itu ada batasnya, akan memunculkan sifat dendam dan tidak mau menerima kenyataan.


Sabar itu adalah buah dari keikhlasan kita sebagai hamba Allah dalam menerima semua ketentuan Allah. Kita sering tidak sabar dengan kejadian yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.



Bagaimana seharusnya sabar itu?

kira-kira menurut kamu bagaimana? jawab dikolom komentar ya

_____
Sumber :
islam.co
khazanah.republika.co.id
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email