Alumni SMAN1 Parungkuda Wajib Baca

11 komentar


Jebeew... Beranda facebook gue belakangan ini dipenuhi tetangga-tetangga net yang nge-share tempat gue makan bangku SMA. Ya, gue alumni SMAN 1 Parungkuda yang lulus tahun 2012.

Semakin banyak tetangga net yang nge-share, kok gue jadi kepengen bahas beberapa fakta yang gue tahu soal sekolah itu ya.


Wait....

Sebelum kalian lanjut baca, khsusunya tetangga yang pernah sama-sama makan bangku sekolah di sana, eh maksud gue pernah sekolah di sana. Ada baiknya menyiapkan camilan dan minuman ringan. Buat apa? Ya, minimal pas kalian baca postingan ini, warung tetangga deket rumah kalian kebagian rezekinya lah..

Terus yang belum menunaikan kewajiban, tunaikan dulu deh tuh, andai kata kalian baca pas waktu isya, shalat isya dulu deh, andai kata kalian baca pas punya hutang, lunasi dulu deh hutang nya. Okeee? Kalau sudah, kita lanjut ya bismillah.

Fakta pertama yang mau gue kasih tahu tentang sekolah ini adalah :


Menurut Wikipedia yang gue baca tepat pada pukul 21.56 tanggal 2 juni 2020, SMA Negeri 1 Parungkuda ini punya nama lain yaitu Nevada. 

Berikut ulasannya :

Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Parungkuda atau dikenal juga dengan nama NEVADA adalah sebuah sekolah menengah atas negeri yang berada di daerah Parungkuda, Sukabumi. SMA Negeri 1 Parungkuda yang sekarang beralamat di Jalan Raya Parungkuda termasuk wilayah Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi. >Wikipedia

Seingat gue, nama Nevada ini digaungkan ketika waktu itu Kepala Sekolahnya Pak Sodiq (Drs. Shodiq, M.Mpd) dan gencar mengkampanyekan nama itu kepada semua murid.

Gue inget dulu tahun 2009 ketika menjadi peserta MOPD pernah ada jargon "Siapa kita?!" jawabannya "Nevada!" dan gue yakin semenjak itu, nama Nevada mulai menjadi nama lain SMAN 1 Parungkuda.

Tahu enggak? Seinget gue dulu nama bekennya bukan nevada, tapi Kodok. Angkatan sebelum 2012 pasti lebih ngerti lah. Wkwkwk.

Singkat Cerita, katanya dulu pas sekolah sebelum canggih se canggih sekarang, sekitaran sekolah masih ada sawah. Selain itu juga belum ada jendelanya itu sekolah. Suatu ketika katanya sering ada kodok loncat dari sawah ke sekolah via jendela. Mangkannya dari situ, terkenal lah sebutan Kodok.

Jadi angkatan tahun 2011 kebelakang kalau ditanya sekolah di mana, jawabannya bukan di Nevada. Tapi di kodok. Wkwkwk. Di kodok ya, di nya dipisahkan. Soalnya kalau di-nya enggak dipisah jadi berabe. Beda Harti. Wkwkkw

Eh kodok juga punya singkatan keren loh. Nih berikut singkatannya gue tulisin
Kumpulan Orang yang berDedikasi dan berOrientasi Kedepan
Dan gue juga inget dulu pernah ada filosofi Katak Tuli yang pernah tersebar dikalangan anak Osis-MPK-dan-Ekskul yang ada di Sekolah.

Begini cerita singkatnya :
Suatu ketika ada banyak katak yang sedang berkumpul di suatu tempat di bawah tiang listrik, mereka sedang menyaksikan beberapa ekor katak sedamg berkompetisi. Siapa yang bisa menaiki tiang listrik, maka itu adalah katak yang hebat.

Katak-katak yang merasa dirinya jago langsung dong unjuk diri, rata-rata yang naik itu yang badannya besar, tubuhnya kekar, atletis lah kalau kata manusia mah. Tapi sayangnya dari sekian banyak katak unggul yang mencoba, belum ada satupun yang berhasil. 

Sampai suatu ketika katak B Aja muncul, badannya kerempeng, boro-boro ateltis, malah mungkin lebih enak dipanggil katak kurang gizi. Kedatangannya justru malah disambut cemoohan, hinaan.

"Eh, jangan harap lu bisa naik"
"Duh, mending lu mundur deh, kasian gue"
"Wkwkw, serius lu mau naik, gue ga tanggung jawab ya"

Pokoknya semua kawanan katak mencemooh, menjatuhkan. Hasilnya apa? Eh si katak itu malah anteng, satu persatu tahapan tiang listrik berhasil ia naiki, lompatannya bagus. Sampai pada akhirnya, si katak yang tidak diunggulkan ini justru the one and only frog that finish at the top. Beuuuhyyaa... Usut punya usut ternyata si katak tuli. Ia tidak mendengar cemoohan dan hinaan katak lainnya.
Pelajaran yang bisa di dapat apa? Pasti bisa menyimpulkan sendiri lah ya?

Lanjut fakta berikutnya...


Kok bisa? Lah emang begitu ceritanya. Hehe.
Gak percaya? Yaudah berikut gue sajikan ulasannya biar percaya dan enggak penasaran :

Sudah berdiri sejak Tahun 1984 dengan nama SMA Negeri 1 Cicurug, merupakan “Kelas Jauh” dalam pengelolan SMA Negeri 1 Cibadak. Adapun lokasi pada waktu itu menempati gedung SLTP 1 Cicurug di wilayan Kecamatan CIcurug.

Sejak tahun 1989 lokasi SMA Negeri 1 Cicurug mulai menempati gedung baru yaitu di wilayah Kecamatan Parungkuda yang sekarang ini.

Nama Sekolah mengalami perubahan nama yaitu:

Sejak berlakunya Kurikulum 1994 nama SMA Negeri 1 Cicurug berubah menjadi SMU Negeri 1 Cicurug. Pada bulan Juni 1997 SMU Negeri 1 Cicurug berubah nama menjadi SMU Negeri 1 Parungkuda. Pada bulan Januari 2004 SMU Negeri 1 Parungkuda berubah nama menjadi SMA Negeri 1 Parungkuda. Adapun yang menjadi Pimpinan Sekolah yaitu:
NO. Tahun Nama

(1984 – 1987) R. Agustin Natamihardja (PJS)(1987 – 1988) Drs. Duduh Suryatman
(1988 – 1989) Drs. I. Lili Suriat mana (PJS)
(1989 – 1996) Drs. A. Sunusi Mustofa
(1996) Drs. M. Soleh Dimyati (PJS)
(1996 – 2001) Drs. Moch. Sodikin Somaatmadja
(2001 – 2002) Drs. Adipermana Suparman
(2002 – 2008) Drs. Abdul Rochman
(2008 – 2011) Drs. Shodiq, M.MPd.
(2011 – Sekarang) Drs. Ogi Suprayogi, M.MPd.

Jadi makin tahu dong yah? Syukurlah.


Photo yang sudah disebarkan ratusan orang di beranda facebook itu adalah photo tahun 2011, bagaimana kondisi yang sekarang? Jelas beda. Kebapa beda? Ya gatau, mungkin karena menyesuaikan dengan keadaan kali ya. Hehe.

Nih photo 2011



Dan nih photo terbaru, 




Salah satu perbedaan yang paling mencolok adalah Lapangan Upacara. Yang semula berlantai tanah dan rumput, kini berlantai papinblok, bata, hehe. Sekali lagi, walaupun gue menyayangkan perubahan itu, ya kita positif thinking aja kalau itu karena untuk menyesuaikan keadaan supaya lebih baik lagi. 

Gue inget dulu sering guling-guling di lapang rumput itu. Ngapain? Biasa lah anak silat. Eh enggak deng, Ekskul lain kek Karate sama Paskibra juga pernah gulang-guling di situ. Selain tempat gulang-guling, gue juga inget kalau lapangan itu sering dipakai orang buat kumpul meriung, tanpa disadari, tangan mereka otomatis nyabutin rumput. Wkwk. ah, yang angkatan 2017 ke bawah pasti ketawa sendiri deh merasa "eh iya juga ya".

Ngomongin rumput, gue mau ngomongin fakta selanjutnya 


Yap. Betul sekali, banyak artis khususnya Band Ibukota pernah manggung di sekolah ini. Sebut saja FunkyKopral, Tipe-X, Souljah, Sampai the Changcutter dan Mbah Surip juga pernah manggung loh di SMAN 1 Parungkuda.

Kenapa gue bilang hampir? Yap. Seinget gue, tahunan gue (2011) itu enggak ada Pensi/GKS mendatangkan Artis Ibukota. Hehe. Waktu itu acara intinya kalau gak salah adalah sunatan massal dan ceramah yang diisi Pak Jujun Junaedi dari Polres Sukabumi. 

Tadi kan ngomongin rumput tuh, gue inget pas Pensi 2010 yang ngisinya Band Tipe-X, rumput di lapangan upacara, rumput yang katanya disayang sama Kepsek tahun itu ancur, yang tersisa hanya kubangan lumpur bekas penonton konser Pensi. 

Wajar sih, waktu itu yang nonton bukan hanya warga sekolah aja, bukan siswa-siswi yang terdaftar aja. Siswa sekolah lain juga ikut nimrung, malah bikin onar kan. Hehe. Ya karena seru kali pengen ikutan nonton konser gratis.

Katanya, kejadian itu sontak membuat air mata kepsek yang menjabat wakru itu turun. Sedih mungkin ya, rumput yang dijaga, predikat greenschool yang dijaga, lapang rumputnya berubah jadi kubangan lumpur. Bener enggaknya Pak Kepsek nangis sih gue gatau ya. Hehe.

Menurut gue, peristiwa waktu itu berhasil membuat pensi tahun berikutnya menjadi rencana yang "agak berat" untuk direalisasikan. Selain mungkin karena faktor lain pastinya. Well, walaupun 2011 enggak ada guest star, 2012 ada lagi sih. Rocket Rocket kayaknya curhat pengen hilang ingatan di Sman 1 parungkuda. Hehehe.


Seingat gue, lulusan SMAN 1 Parungkuda ini pernah mencatatkan alumni nya di perguruan tinggi terbaik negeri, sebut saja STAN, atau UNPAD. Tapi ada satu lulusan yang sangat menarik perhatian semua warga sekolah waktu itu.

Inget gak sama pidato Pak Kusnoyo ketika MOPD? Isinya kurang lebih begini :
Kalau ada Siswa atau Siswi SMA Negeri 1 Parungkuda yang berhasil lolos dan masuk Ke PTN unggulan seperti ITB atau UI, Bapak akan berikan hadiah Khusus. Sejauh ini, hadiahnya masih belum ada yang ngambil
Hadiah itu enggak mahal sih, tapi sedari Pak Kusnoyo pertamakali bulan begitu pun, belum pernah ada siswa/i yang berhasil mendapatkannya. Malahan, setiap masa orientasi, Pak Kusnoyo selalu deh bilang gitu. Tapi ya begitu... hadiahnya belum ada yang berhasil juga sampai Qodorulloh... Angkatan 2011 atas nama Kang Faisal (mohon maaf gue lupa nama lengkapnya) hadiah itu berhasil diambil untuk pertama kalinya. Yap. Pertama dalam sejarah, ada siswa SMAN1 Parungkuda yang berhasil masuk ke ITB, jalur BidikMisi lagi. Wooow mantap.

Setahu gue, Kang Faisal katanya anak kebanggaan Pak Kusnoyo sama Bu Ida (beliau keduanya Guru PAI) sampai-sampai katanya, khusus Kang Faisal mah nurut. Enggak dibolehin pacaran teh enggak weh. Mangkannya karena nurut itu kali ya, beliau berhasil. Eh enggak semudah itu sih. Kang Faisal emang berjuang keras tuh, saat siswa lain asik main, Kang Faisal mah udah latihan UN, saat yang lain latihan UN, Kang Faisal mah sudah latihan masuk PTN. Keren.



Dari sekian banyak fakta yang gue tahu soal sekolah ini, fakta bahwa sekolah punya cafe terkeren yang pernah gue temui adalah fakta yang paling pengen banget gue ulas. 

Ya. Curiculun Cafe. Bukan Kurikulum ya. Wkwk. Owner nya tidak lain dan tidak bukan adalah Abah, laki-laki paling humble yang pernah gue temui disekolah. 

Cafe sekolah yang buka sedari habis Subuh sampai dengan sekolahmemulangkan semua siswa, dari dulu sampai gue lulus adalah cafe yang menjadi pilihan utama waktu senggang siswa. Alasannya apa? Sudah pasti karena pelayanan yang diberikan Abah selaku owner. Harganya mantap, full musik kalau sedang istirahat. Bisa request lagu, pelayanannya keren. Perpaduan dari humble sama kocak sih menurut gue. Hehe

Cerita lain mengatakan bahwa cafe ini selalu memberikan diskon tidak terduga kepada siswa. Anak yang ulang tahun misalnya, doi dapet makanan gratis tuh dari Abah. Atau anak-anak yang "lembur" di sekolah, biasanya suka dapet gratisan goremgan sama teh Manis kalau waktunya udah sore dan makanan di abah masih ada. Anak OSIS biasanya paling sering dapet gratisan jenis ini.

Pokoknya. Love banget sama Abah dan Ibu Curiculun Cafe

Masih banyak sih Fakta menarik yang mau gue bahas, soal Ada beberapa anak yang pasti hafal Visi dan Misi Sekolah sementara ratusan lainnya termasuk guru tidak hafal. Terus ada fakta tentang DPR, ada soal Pak Ade Rustandy sebagai Guru Favorit, soal Ruang BK yang diisi Pak Yan sama Bu Eti, soal gedung Seni yang selalu meriah kalau ada penampilan siswa. 

Silahkan temen-temen menambahkan ya di kolom komentar. 


Mohon maaf kalau ada salah-salah kata sama data. Sekian gue Ibrahim, gue Penulis. Bukan Teroris.


Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

11 komentar

  1. Inget bangat pas abis konser tipe x , lapangannya ancue hhe

    BalasHapus
  2. Keren mengingatkan selagi sekolah..

    BalasHapus
  3. Kangeeen ngadaweng dibawah dpr.. Sambil nyomotin lumpur tuh bener hehe

    BalasHapus
  4. Yang bukan alumni gimana dong? Hehehe jadi inget sama zaman saya SMA juga nih. Kangen.

    BalasHapus
  5. Sekolah zaman old dan zaman now ya.. bukan hanya gedung yang berubah...

    BalasHapus
  6. Izin share ya kang,selaku anak sman 1 parungkuda harus tau banget ni tentang sejarahnya.

    BalasHapus
  7. Sekolah keren juga nih. Sekolah yang punya banyak kenangan.

    BalasHapus
  8. Tuuuhhhh..... yg gambar terakhir pas banjir tahunan brp? Kynyaa baru2 yaakk?

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email