Deklamasi Puisi : Cara Efektif Mendeklamasikan Puisi Bagi Pemula.

3 komentar
Bismillah..
Hai teman-teman, pada tulisan kali ini gue bakal coba bagi tips atau bagaimana cara efektif mendeklamasikan sebuah puisi bagi pemula. Tapi sebelumnya, boleh dong gue cerita dulu latar belakang gue bikin tulisan ini.

Jadi begini teman-teman...kan gue gabung di suatu komunitas yang mewadahi anggotanya untuk selalu berkarya dalam bentuk tulisan tuh. Namanya Komunitas ODOP, akronim dari One Day One Post. Gue angkatan ke-7. Buat teman-teman yang belum tahu ODOP, bisa mampir dulu ke tulisan ini ya.


ODOP ini lagi ngadain tantangan khusus, namanya RCO (Reading Challenge ODOP). Mengharuskan pesertanya membaca buku selama 30 hari dengan tema buku yang sudah ditentukan oleh team penanggung jawab (PJ) RCO.

Qodorulloh, tantangan pertama RCO kali ini adalah membaca buku yang berisi kumpulan puisi. Salah satu tugas yang wajib dilakukan yaitu mendeklamasikan satu puisi yang paling berkesan diantara kumpulan puisi dari buku berisi kumpulan puisi tersebut.

Alih-alih ingin menyelesaikan tugas, gue kepikiran untuk sekalian nulis kiat bagaimana cara mendeklamasikan puisi secara efektif wabil khusus untuk pemula (kayak gue). Harapan gue adalah gue sendiri bisa belajar dari tulisan gue, dan yang membaca setia blog ini jadi punya ilmu baru. Aamiiin. Hehe

Cuss langsung aja kali ya

Cara Efektif Mendeklamasikan Puisi bagi Pemula

1. Pilih Satu Puisi yang "Gue Paham Betul Puisi Ini"

Ketika kita memilih puisi yang sudah barang tentu kita tahu maksud puisi itu kayak gimana, besar kemungkinan kita bisa membacakannya dengan benar dan penuh penghayatan.

Gimana cara milih puisi yang seperti itu? Mudah kok, dari sekumpulan puisi yang ada pada buku yang temen-temen mau baca, baca aja dulu semuanya. Satu demi satu, perlahan saja biar maksud dari puisinya bisa kena ke hati kita. Setelah dibaca, ketemu dong sama satu puisi yang "gue ngerti banget sama puisi ini' kunci, dan mulai tahap berikutnya.

Kalau belum, baca lagi, sampai ketemu. Kalau gak ketemu juga, coba cari buku lain. Ingat harus sampai ketemu dengan puisi yang "gue ngerti banget nih maksud puisi ini". Masa iya enggak ada satupun yang dimengerti. Hehe

2. Baca puisi yang sudah dipilih berulang-ulang
Semakin dibaca berulang, semakin mengasah pengertian kita terhadap puisi yang hendak kita deklamasi kan. Selain itu, membaca ulang juga berfungsi untuk menghafal, mengikat hafalan, hafal diluar kepala.

Karena faktanya, kita akan lebih mengenal sesuatu yang sering kita temui bukan? Orang akan hafal satu lirik lagu kalau setiap hari liriknya diputar. Penghafal Al Qur'an juga begitu kan? Tekhnik yang paling ampuh mengunci hafalan adalah dengan membacanya berulang-ulang. Sampai berapa kali pengulangan? Katanya batas wajar orang akan terbiasa dengan sesuatu ketika sesuatu itu dilakukan   selama 40 kali berturut-turut. Coba aja deh. 

3. Temukan Gaya yang Tepat
Gimana caranya? Mudah kok, searching di youtube. Ketik Deklamasi Puisi, tonton deh tuh banyak video orang-orang ahli dalam mendeklamasikan puisi. Dari video-video itu kita bisa belajar menggunakan intonasi, mimik, jeda pada puisi, gaya bahasa tubuh, atau apapun yang ada hubungannya dengan mendeklamasikan puisi. 

Ada juga yang share video cara membaca puisi yang baik, simak deh tuh buat nambah skill Terus....

4. ATM 
ini rumus penting banget loh. Orang-orang pebisnis sudah enggak asing dengan rumus ini. A untuk Amati, T untuk Tiru, M untuk Modifikasi. 

Amati video demi video deklamasi puisi. Tiru cara penyampaiannya, lalu modifikasi. Sesuaikan dengan puisi yang sudah dipilih teman-teman ya. Lakukan berulang-ulang proses ATM ini. Bagaimanapun latihan yang rutin adalah kunci dari keberhasilan proses ini.

5. Minat Teman Ikut Menilai Hasilnya
Sebelum terbit ke publik, ada baiknya chek and rechek karya temen-temen terlebih dahulu ya, Bagaimanapun karya temen-temen ini akan di share ke ruang publik, mangkannya sebelum itu perlu ada orang lain yang menilai langsung hasil karya kalian. Coba mulai dengan temen dekat, lalu ke temen yang emang ngerti soalan ini.

Semoga berhasil!

Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

3 komentar

  1. Susaaaah pakai banget. Daridulu paling ngga bisa menikmati, bikin, apalagi suruh deklamasi. Hiks. Agak syok juga baca tantangannya. Tapi masa mau nyerah di awal yaa. Hahaha. Btw thanks for sharing kak. Mau cobain yg baca ulang sampai 40x wkwkw

    BalasHapus
  2. beh mantap ikut rco. aku hiatus dulu ya ikutannya tahun ini. tahun depan lah kucoba lagi kalau mental udah kuat. hehehehe

    BalasHapus
  3. Kurang pede kalo deklamasikan puisi... Mantappp dah ikut RCO

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email