Komunitas ODOP : Segala Yang Terucap Akan Sirna, Yang Tertulis Akan Abadi

11 komentar
Hai.
Teruntuk kamu yang hatinya sedang lunglai bersamaan dengan pandemi yang masih belum usai.  Kamu apa kabar? Bagaimana kelanjutan rencana masa depan kamu dengan dia? Dia siapa? Jangan barbar. Kamu tentu tahu, dia adalah masa depan kamu, masa di mana kamu akan sangat membutuhkan peluknya saat pelik. Ya, dia adalah tulisan-tulisan perjalan hidup kamu. Pemikiran kamu, cara kamu memandang hidup.

Ayolah, apakah itu penting?
Gue mau tanya, apakah seorang bapak, menuliskan wasiat untuk anaknya itu penting? Penting sekali. Minimal, si bapak nulisnya enggak langsung. Tapi udah tercatat aja di pikiran si anak. Lewat sugesti yang dilakukan si Bapak lewat amanat lisan, perlahan, terus menerus.

Gue mau bilang kalau seringnya hidup itu terlalu cepat untuk kita nikmati. Betul gak? belum berbuat apa-apa, tahu-tahu udah tua aja. Karya belum bikin, tahu-tahu tenang udah habis aja. Hmmmm...Mangakannya, tulisan ini sengaja gue buat minimal untuk gue sendiri dan semoga bisa bermanfaat buat kamu.


Pernah denger enggak kalimat yang bunyinya kayak begitu? Sama... Gue juga tahu belakangan, malah enggak tahu cara melafalkannya kek gimana. Tapi gue tahu artinya, sungguh! Gue tau artinya kok. Mau tau gak? Artinya itu adalah "Spoken words fly away, written words remain" eh maksud gue artinya adalah "Segala yang terucap akan sirna, yang tertulis akan abadi" Ribet banget sih gue. Sengaja. Biar paragraf ini agak banyakan isinya hehe

Baik kita catat ulang ya


Pagi ini, gue baca tulisan keren yang sangat menginspirasi. Tulisannya begini :

Setiap akademisi, aktivis bahkan ibu rumah tangga sekalipun menyadari bahwa kekuatan pena akan “berbicara” lebih tajam dibanding bahasa lisan. Segala yang terucap oleh bibir akan menguap dan lenyap bersama dengan udara yang berhembus. Sedangkan segala yang tertulis akan tetap ada, mengkristal bersama masa.

Kesadaran itulah yang membuat saya ingin abadi juga seperti tulisan. Meski raga tak lagi ada di dunia, setidaknya tulisan saya tetap terbaca. Oleh anak, cucu, cicit, hingga orang yang tidak saya kenal sekalipun. Firman Tuhan tersurat dalam Al-Quran, membuatnya abadi dan terbaca hingga ribuan tahun lamanya. Sunnah Nabi saya, Muhammad Shallalllahu ‘alaihi wa sallam termaktub dalam kumpulan hadis yang dihimpun oleh para sahabat, diteruskan oleh Salafus Shalih dan ditulis oleh para ulama. Kedua tuntunan itu abadi hingga kini.


Masya Allah... Tabarokalloh untuk Mbak Jihan Mawaddah, yang setiap harinya konsisten menulis, menghasilkan buah karya lewat tulisannya.

Qodorululloh, tulisan ini tidak lain dan tidak bukan adalah berhubungan dengan hari jadi komunitas menulis yang gue ikuti saja 2019 lalu. Usianya udah 5 tahun aja. Kalau anak-anak mungkin lagi gemar-gemarnya mencari hal baru. Gue do'akan semoga komunitas ini panjang umur dengan terus menebarkan manfaat kepada orang lain.

Sebenernya gue enggak begitu mau nulis sejarah komunitas odop, karena gue pengennya kamu gabung dulu sama kita di sini, di komunitas. Kita nulis bareng-bareng, apa aja yang semeseta berikan, kita tuliskan. Soalnya kalau nulis sejarah ny pasti lama. Hehe. Nanti ngajakin nya jadi enggak.

Buat temen-temen yang bingung sebenernya gue ini lagi nulis apa.... Pokoknya gini

Selamat ulang tahun Ke 5 untuk Komunitas ODOP. Semboyan Verba Volant Scripta Manent itu, bener-bener diterapkan baik dikomunitas. Gue pengen sampaikan itu ke temen-temen yang baca sekarang. Yuk nulis, nanti kalau ada kesempatan, Gabung deh sama Komunitasnya.

Dan buat kamu yang masih penasaran, komunitas ODOP itu apa? Boleh deh komentar, japri hade atuh. Siapa tahu kita nanti jadi se komunitas kan. Nyook
 
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

There is no other posts in this category.

11 komentar

  1. MasyaAllah. Terimakasih juga. Kalau boleh, bisa kasih link ke blog saya dong hehehe biar rameeee ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Terimakasih om Ibrahim๐Ÿ™

    BalasHapus
  2. Ayo smngtt terus bt karya karya yg indah dan abadi..

    BalasHapus
  3. Wah alhamdulillah
    Selamat ulang tahun komunitas ODOP, sebagai new comer, sangat terfasilitasi bergabung dengan rekan-rekan hebat di dunia litetasi
    Tahniah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan kedatangan seseorang yang menjadi terfavorit RWC 20 ini wajib ikutan komunitas ODOP. Hehe

      Hapus
  4. kereeen memang ODOP ini, bangga sekali jd bagian ODOP :)

    BalasHapus
  5. Akupun senang bisa bertemu temen yang kesukaannya sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apalagi bisa bikin karya bareng ya... Antologi, saling mengapresiasi pula. Seneng banget. Btw makasih ya Kak udah mampir

      Hapus
  6. Masya Allah.. kata-kata lewat tulisan itu juga murah ya.. gratis ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gratis dan menyenangkaaan. Hehehe. Makasih udah mampir Kak

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email