Arti Sahabat : Sudahkah Anda Menjadi Sahabat yang Baik untuk Pasangan Anda

32 komentar
Assalamuálaikum warahmatulloh wabarokaatu

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.
Apakah anda punya seorang sahabat? Bagaikan rupanya dia? Apakah dia termasuk orang yang penting buat anda? Siapa yang tidak punya sahabat? Untuk pertanyaan terakhir, semoga semua punya ya, bagaimanapun sebetulnya kita hidup memerlukan bantuan orang lain. Kita butuh bersosialiasi. 

Apakah anda termasuk kategori orang yang menjadikan pasangan sebagai sahabat? Atau jangan-jangan sebaliknya. Anda menjadikan sahabat sebagai pasangan? Wah, apapun itu, semoga apa-apa yang anda lakukan dengan sahabat, menjadi berkah, supaya nanti bisa saling tarik-menarik di Surga-Nya.

Tapi ngomong-ngomong. Sebetulnya sudah gak sih kita ini menjadi beneran sahabat buat orang yang dianggap sahabat kita? Jangan bisanya cuman nuntut ya, bagaimanapun mendahulukan kewajiban sebagai seorang sahabat, itu lebih baik ketimbang menuntut hak. Mendahulukan kewajiban sebagai seorang pasangan, jauh lebih baikketimbang merengek minta hak kepada pasangan. Walaupun hak ya tetap hak. Hanya saja disaat hubungan kita adalah hubungan saling diantara dua orang. akan sangat berbahaya jika keduanya saling menuntut hak dan enggan melaksanakan kewajiban.

Eh balik legi soal sahabat, berikut gue bakal bagikan delapan type sahabat dan hubungannya dengan pasangan, gue dapet dari buku Wonderfuk Marriage, Prosesi Pernikahan Penuh Berkah, karangan Ustadz Cahyadi Takariawan. Silahkan dicocokin deh tuh satu persatu apakah kita sudah termasuk kedalamnya? Jangan sampai ngaku sahabatan tapi sebetulnya jauh dari sifat-sifat sebagai seorang sahabat. Baiklah langsung ke pengertian sahabat yang pertama.


Disebut sahabat karena mereka saling berbagi rasa dalam suka dan duka. Mereka saling membantu dan saling meringankan beban karena kuatnya ikatan perasaan yang ada pada diri mereka, saat memiliki keluangan rezeki, ingin berbagi. Saat sedang kekurangan, sahabat adalah tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Saat pergi rekreasi, ingin memberikan hadiah untuk sahabat. Saat pergi berhaji, ingin mendoákan sahabat.

Demikian pula suami istri, semestinya mereka saling berbagi dalam suka dan duka, dalam canda dan air mata, dalam derita dan bahagia. Suami dan istri harus saling bisa berbagi dalam segala sisi, baik perasaan perasaan, materi, fasilitas, dan sebagainya. Sampaipun pada hal teknis dan praktis, bisa makan sepiring berdua, minum segelas bersama, tidur satu selimut, menggunakan sabun dan pasta gigi yang sama, dan sebagainya.


Jika sesorang sedang memiliki masalah, ia paling mudah curhat kepada sahabatnya. Sahabat adalah seseorang yang kita rela menceritakan semua masalah hidup kita. Sahabat adalah seseorang yang kita rela membuka aib kita hanya kepadanya. bermacam hal tentang kesedihan, dan kebahagiaan bisa disampaikan kepada sahabat dengan leluasa, tanpa ada perasaan tidak nyaman atau sungkan, karena kuatnya ikatan diantara mereka.

Demikian pula suami istri, semestinya mereka saling curahat, saling membuka diri, saling menyampaikan kegelisahan dan kebahagiaan, saling merenda harapan, berbagi masalah, berbagi kesulitan, berbagi kesenangan, bisa diobrolkan dengan satai. semua bisa diselesaikan dengan nyaman dan menyenangkan.
Suami dan istri harus memiliki tradisi saling mengobrol dan bercerita, tanpa ada perasaan takut atau beban berat. Suami dan istri harus leluasa menyampaikan keluhan, perasaan pikiran, keinginan, harapan, tanpa merasa takut dan khawatir berlebihan.


Dua orang atau lebih yang bersahabat, mereka saling senang untuk menemani kegiatan yang lain. Kadang hanya sekedar menemani makan siang atau makan malam, kadang hanya menemani jalan-jalan atau menemani belanja, atau menemani olahraga. Jika tidak menjadi sahabat, menemani adalah aktivitas yang tidak menyenangakn dan membosankan. Namun karena saling bersahabat maka menemani adalah kegiatan yang membahagiakan untuk semua.

Demkikan pula suami istri. Semestinya mereka bisa saling menemani.
Bahkan ketika sekedar duduk-duduk saja diteras belakang rumah, tanpa kata-kata, tanpa ada cerita, kebersamaan merke bukan hanya karena ada yang perlu diomongkan atau dicurhatkan. Kebersamaan mereka da dalam segala suasana, sehat maupun sakit, suka maupun dukam dalam gerak maupun diam.
Jika ada dua orang yang bersahabat karib, mereka akan sangat mudah untuk saling mengerti kesenangan ataupun ketidak senangan tanpa banyak bertanya, jika salah satu mereka mengajak pergi maka sahabat tidak perlu banyak bertanya, tidak perlu ribut mendefinisikan tujuan pergi, karena sudah saling mengerti tempat favorit, lagu favorit dan sebagainya.

Suami istri semestinya tidak perlu banyak bertanya, Jika mereka berdua sudah menjadi sahabat setia satu dengan yang lain maka setiap ajakan suami akan mudah direspon istri dna setiap ajakan istri akan mudah direspon suami tanpa banyak bertanya lagi.

"Abang kita pergi jalan-jalan yuk..." ajak sang istri.

dengan cepat sang suami menyahut "Ayuk..." tanpa harus banyak bertanya atau meributkan soal ke mana atau untuk apa. Hal ini karena mereka sudah saling mengerti akan pergi ke mana, jalan-jalan ke mana, atau bahkan tidak kemana-mana hanya ingin menikmati suasana.
Sahabat itu saling percaya satu dengan yang lain. Mereka memberikan kepercayaan yang sangat tinggi seakan tanpa garansi. Saat sesorang melakukan satu tidakan, sebagai sahabat akan lebih cepat percaya bahwa tindakan itu membahayakannya. Semua cerita dan omongan akan mudah dipercaya. Semua barang terasa aman jika dititp kepada sahabat dibanding kepada yang lainnya. Semua janji akan dipercaya kebenarannya, bahkan ketika janji itu tidak ditepati akan mudah untuk memaklumi. 

Suami istri semestinya menjadi sahabat yang saling percaya satu dengan lainnya. 

Mereka tidak mudah cemburu buta karena percaya informasi dari pihak ketia. Mereka lebih percaya kepada pasangannya daripada omongan orang lain. Mereka lebih percaya kepada oasangannya daripad isu yang beredar di sosial media. Suami akan mudah mempercayai istri dalam urusan keuangan atau pekerjaan. Saat merasa ada yang perlu diklarifikasi, mereka akan cepat percaya kepada keterangan pasangannya.
Salah satu ciri sahabat adalah betah mengobrol lama-lama. untuk tema dan ucapan apa saja. Mereka bisa menghabiskan waktu yang panjang untuk mengobrol. Pada saat-saat senggang mereka menyempatkan waktu untuk bertemu dan mengobrol. Bahkan jika tidak sempat bertemu mereka bisa berbicara lewat telepon berlama-lama. ada rasa rindu apabila lama tidak mendengar suaranya, ada rasa kangen untuk mendengar suara tertawanya, dan candanya yang kadang kelewatan. Tapi justru itu menyenangkan dan membentuk kenangan.

Suami dan istri seharusnya menjadi sahabat yang betah mengobrol berlama-lama, tanpa peduli tema. Mereka tidak lagi meributkan akan berbicara tentang tema apa, karena tema yang paling penting adalah mengobrol berdua. Suami dan istri merasakan keasyikan untuk selalu menghabiskan waktu berbicara, mengobrol, bercerita, bercanda, dan bersenda gurau dalam suasana yang ceria. Ada kerinduaan mendengar suara tawanya dan ingin selalu menghabiskan waktu berdua dalam obrolan mesra. Itulah persahabatan hakiki antara suami dan istri.
Bukanlah sahabat jika tidak saling mengerti dan memahami. Ciri persahabatan adalah adanya pengenalan yang mendalam antara satu dengan yang lainnya. Mereka bahkan memiliki uniform, memiliki istilah-istilah khas yang tidak dimengerti oleh orang yang berada di luar lingkaran persahabatan. Sebuah kalimat yang tidak dipahami orang lain, mudah dipahami oleh sahabat. Komunikasi yang bagu orang lain tidak bisa dimengerti, akan mudah dipahami oleh sahabat. Itu karena kedalaman pengenalan diantara mereka. 

Suami istri adalah pasangan yang seharusnya paling mengerti dan paling memahami satu dengan yang lain. Makna tangis, makna tawa, makna anggukan kepala, makna tatapan mata, makna lambaian tangan, makna kerdipan, makna senyum, makna gerakan jari, bahkan rona wajah pasangan. Suami dan istri saling mengerti apa yang menyenangkan pasangan dan apa yang membuatnya benci. Apa yang menenteramkan pasangan dan apa yang menggelisahkannya.

Suami dan istri saling mengerti tentang hal yang membuat marah dan murka pasangan. Suami dan istri mestinya berada dalam pengertian dan pemahaman yang sangat mendalam, karena interaksi yang sangat intim setiap harinya.
Sahabat itu menjadi istimewa karena selalu ada disaat kita memerlukannya. Ia hadir untuk menghibur disaat kita sedih; hadir untuk memotivasi kita saat kita terpuruk; hadir untuk memotivasi kita saat kita terjatuh. Sahabat merelakan waktu, tenaga, pikiran, dan harta untuk membantu keperluan kita. Ini membuat persahabatan tidak mudah hilang dan rusak. Bisa menjadi sahabat sehidup semati karena sifatnya yang sangat peduli.

Demikianlah suami dan istri, semestinya mereka saling peduli dengan kondisi pasangannya. Saat istri memerlukan kehadiran sauami, maka suami selalu ada didekatnya. Saat suami memerlukan kehadiran istri maka istri selalu ada di sampingnya. Dengan demikian, suami benar-benar merasakan kehadiran istri, dan istri benar-benar merasakan kehadiran suami.

Nah, demikianlah delapan type sahabat yang sudah dibahas. bagaimana teman-teman? apakah teman-teman sudah termasuk kedalam semua point yang diberikan? atau atau minimal ada salah satunya? menurut gue pribadi, wajar-wajar aja sih kalau kita masih belum menjadi sahabat yang baik buat pasangan kita, karena mungkin kita ketemunya jarang, atau hubugan kita dengan pasangan masih seumur jagung, sehingga harus terus mengupayakan penyesuaian. Kuncinya adalah tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan ya.

Sekian, gue Ibrahim
Gue penulis, bukan teroris..
Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

32 komentar

  1. Kok tidak banyak Bertanya om? Hahaha aku banyak banget nanya nihh. Kekepoanku ngalah2in kekepoan adik2 SMP SMA yang pengen tahu soal UAN sama UMPTN 🤣🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini buat yang sahabatannya udah lama Kak Jii. Kalau masih baru mah, pepet terus jangan kasih kendoooor. Hehe

      Hapus
  2. Sepakat nie sama ilmunya, kecuali masalah 'nanya', katanya ibu-ibu klo ga banyak nanya kaya ada aneh-anehnya gituh.... Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehhe. Kayak ada aneh2nya gitu. Makasih udah berkunjung Pak Yonal

      Hapus
  3. Senengnya punya sahabat sekasur, sedapur dan sesumur.

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah, semakin kesini (semakin menua usia pernikahan), aku dan istri semakin menjadi sahabat dalam menangani urusan rumah dan anak-anak. Entah kenapa, aku semakin sayang. Alhamdulillah tahun 2020 ini masuk ke 10 tahun usia pernikahan kami :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah. 10 tahun mah atuh usia yang lumayan matang ya.. Semoga biisa ikutan merasakan sweat10 tahun bersama pasangan..

      Hapus
  5. Sepiring berdua, segelas bedua, alat mandi bareng huhu, kok saya enggak gitu ya sama istri. Sabun mandi kami aja beda, produk yg kami pakai beda haha
    Tapi setuju sih, ideal sekali pasangan dijadilam sahabat. Meski masing2 kami juga punya sahabat..

    BalasHapus
  6. sesungguhnya saya lebih fokus pada poto-poto bahagia kalian berdua mas Baim, langgeng ya, doakan biar saya menemukan kembali jalan ninja saya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe. Aamiiin Mas makasih banget udah mampir di mari

      Hapus
  7. Semoga kita mampu menjadi sahabat terbaik bagi pasangan hidup masing-masing.
    Wah di srikan dari buku karangan Ust Cahyadi, saya juga suka baca tulisan-tulisan beliau. Bahasanya ringan namun mengena

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya nih, sebelum nikah sempet beli beberapa buku seri wonderful marriage biar dapet tambahan ilmu. Eh ternyata isinya emang related banget sama kehidupan suami istri. Konsultan nikah gitu lo..

      Makasih Kak sudah berkunjung

      Hapus
  8. Jaman SMA dan kuliah aku punya geng cewek2 gitu deh. Yang kemana-mana kami bersama. Saling curhat satu sama lain
    Setelah masing-masing menikah, hubungan kami udah gak seakrab dulu. Buat aku, tempat curhat terbaik adalah pasangan sendiri. Jadi sahabatku saat ini ya suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yesss. Sepakat sama Kak Ami. Emang enaknya curhat sama pasangan sih.

      Makasih udah mampir Kak

      Hapus
  9. Yaah, yang masih jomblo can't relate nih sama sahabat jadi pasangan. Karena sejauh ini sahabat cowok ya bakal jadi sahabat terus. Untung saya punya sahabat-sahabat dari SMA yang sampe sekarang masih tetep hubungan dan haha hihi bareng. Semoga saja segera dipertemukan dengan pasangan yang bisa jadi sahabat untuk selama-lamanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, orang orang baik insya Allah akan ketemu dengan orang baik lainnya.

      Makasih Kak sudah mampir. Semoga ketemu dengan pasangan yang tepat diwaktu yang tepat pula.

      Hapus
  10. Jika suami istri sudah saling bersikap layaknya sahabat, maka nggak perlu lagi ya mencurahkan keluh kesah kepada orang di luar ikatan rumah tangganya. Kalau sekedar ngobrol sih wajar. Tapi kalau keluh kesah ini sifatnya pribadi sekali, tentu tempat ternyaman untuk bercerita adalah pasangan di rumahnya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess. Sepakat banget sama Ka Sekar. Makasih udah mampir

      Hapus
  11. wah senangnya pnya sahabat sehati sejiwa sehidup semati..semoga samawa sampai akhir hayat ya kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiiin ya Mujibassailin.
      Do'a yang terbaik untuk yang mendo'akan.

      Makasih dah mampir di mari kak

      Hapus
  12. Aku belum masuk kriterianya nih kayaknya huhu. Cenderung aku yg egois dan blm bisa jadi sahabat yg baik untuk suami. Astaghfirullah huhuu. Thanks for reminder mas Baim

    BalasHapus
  13. semoga gue bisa ketularan gini ya ...

    BalasHapus
  14. Duhh bikin jiwa jomblo ku bergetar wkwk. Doain moga cepat dapet jodoh dong kak biar bisa diterapin nih ilmunya

    BalasHapus
  15. Awalnya saya gak berpikir kalau pasangan itu bisa jadi sahabat. tetep orang lain aja gitu. sampai saya sadari kalau dia selalu ada saat saya kesulitan, dia selalu mau nganterin kemanapun saya pergi, dia selalu ingin direpotkan dengan meminta saya untuk mengajukan permintaan. apapun akan dia usahakan untuk saya. cintanya melebihi apapun. bahkan saat saya salah pun, dia menasehati. bukan menghakimi atau meninggalkan saya. itulah sahabat. sekaligus cinta sejati untuk saya. makasih tulisannya kak. bikin hati saya mellow lagi.

    saya juga penulis tapi bukan teroris. hehe

    BalasHapus
  16. Ya sudah semestinya suami istri itu ya sahabat. Saling mengerti, memahami, tanpa banyak bertanya dan tanpa banyak meminta. Bersama mereda harap, dan bersama meraih mimpi.

    BalasHapus
  17. Pasangan adalah sahabat terbaik... hahaha. Aku sama suami pun kurang lebih begitu, cuma untuk masalah saling tanya, kami berdua sama cerewetnya kalau sudah menyangkut satu sama lain. Oh sama satu lagi, privasi dan ruang, kami selalu saling kasih biar sama2 bisa berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiiiih ini mah yang komen pasangan Keren beuuut. Hihi terkenal di Dunia blogg

      Hapus
  18. idealnya memang sama pasangan itu bersahabat ya, wong hidup bareng gak cuman sebulan dua bulan, tapi seumur hidup. tapi setelah mau 10 tahun mengarungi bahtera rumah tangga, cieee.... label sahabatan sama suami ternyata apa ya....itu proses yang ngalir gitu aja. kayanya udah otomatis aja gitu. apalagi kalo sering adu argumen, diskusi, debat, salah paham dan proses proses adpatasi lainnya....semua proses itu jadi kaya yang mengantarkan kita jadi lebih kenal pasangan. yaahh sama kaya sahabatan juga kan gitu ya , hihi

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email