Sukabumi : 6 Tempat yang Menjadi Daya Tarik Orang Datang ke Cicurug

5 komentar

Cicurug. Kalau ngambil dari bahasa Sunda itu berasal dari dua suku kata, Ci dan Curug. Ci itu Cai artinya Air, Curug Itu Terjun. Jika digabungkan maka berarti air terjun. Konon katanya kata Cicurug berasal dari aliran sungai yang airnya berasal dari air terjun. Wallahu'alam. Soalnya belum gue temukan sumber yang jelas yang mengatakan secara pasti.

Dulunya Cicurug adalah sebuah distrik yang dibentuk oleh VOC pada tahun 1776 yang bernama distrik Pagadungan. Berada dibawah pimpinan Bupati Cianjur Raden Enoh (Wiratanudatar VI). Zaman berlalu, kini Cicurug merupakan nama Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Kecamatan yang wilayahnya terletak di paling utara dari Kabupaten Sukabumi ini memiliki tempat-tempat yang menjadi ikon khas Cicurug. Tempat dimana orang-orang selain warga Cicurug pergi berkunjung ke Cicurug. Tempat yang tentunya juga menjadi saksi sejarah peradaban di Cicurug.

Baiklah... Sebelum lanjut, boleh dong gue ingetin Ada baiknya pembaca budiman untuk menyiapkan camilan dan minuman ringan. Untuk  apa? Untuk apa cinta tanpa pengorbanan? Eh. Bukan. Maksud gue untuk apa camilam dan minuman? Ya, minimal pas pembaca budiman membaca postingan ini, warung tetangga deket rumah kalian kebagian rezekinya lah.

Terus lagi yang belum menunaikan kewajiban, tunaikan dulu deh tuh, andai kata kalian baca pas waktu isya, shalat isya dulu deh, andai kata kalian baca pas punya hutang, lunasi dulu deh hutang nya. Okeee? Kalau sudah. Baiklah kita langsung aja ke tempat pertama.


Tempat yang menjadi daya tarik orang untuk berkunjung ke Cicurug adalah Alun-alun Cicurug, Mesjid Al Hurriyah, Kaum. Tempat yang satu ini menjadi tempat yang banyak peminatnya. Apalagi kalau malam minggu, pasti banyak yang datang.

Pengunjung tak hanya berasal dari warga asli kecamatan Cicurug. Kecamatan sampai beda kota pun ada yang berkunjung ke sini. Terdapat banyak pedagang makanan dan minuman menjajakan dagangannya. 

Tempat ini memang asyik dijadikan tempat nongkrong sih, areanya luas. Terdapat banyak lahan yang bisa dijadikan tempat untuk duduk dan beristirahat bersama. Bisa dengan keluarga, atau teman sepermainan.

Ada area khusus untuk melatih fisik tubuh. taman kebugaran. Ada Masjid untuk menunaikan kewajiban. Ada warung dan cafe untuk memesan makanan-minuman. Ada musisi-musisi jalanan yang siap menghibur. 

Tempat ini juga sering dijadikan tempat kumpulnya komunitas. Seperti komunitas pecinta hewan, skateboard, ada juga pecinta literasi yang menjajakan buku untuk dibaca secara gratis oleh pengunjung.

Gue pribadi, kalau pagi ke sini buat jogging sama nyoba beberapa alat kebugaran yang sudah disediakan pemerintah setempat atau bawa anak jalan-jalan. Kalau sore enaknya ajak emaknya anak makan seblak kaum, atau bakso mercon. Minumnya ada es Jeruk peras, atau kopi. Sebenernya ada banyak sih makanan minuman hits yang dijual. Pokoknya, alun-alun Mantab.


Stasiun Cicurug (CCR) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Cicurug, Sukabumi. Stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah 1 Operasi Jakarta. Lokasinya cukup mudah dicapai karena berada di dekat jalan raya Bogor-Sukabumi. Satu-satunya kereta api yang berhenti di stasiun kereta api ini adalah KA Pangrango jurusan Bogor Paledang-Sukabumi.

Gue sebagai warga ber KTP Bojonggenteng, kalau mau ke Bogor naik kereta, gue pasti naik di Statsiun Cicurug. Soalnya deket. Dan kalau gue perhatikan, orang-orang yang dari Parungkuda atau Parakansalak juga pakai jasa Statsiun Cicurug sih. 

Denger-denger katanya stasiun cicurug akan membuat jalur khusus yang terhubung dengan Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan yang berada tidak jauh dari lokasi statsiun. Alasannya biar itu pabrik enggak pakei mobil lagi buat kirim-kirim. Soalnya kan ngerusak jalan. Katanya. Hehe


Seingat gue, jaman gue masih anak-anak, pemandian umum yang ada kolam renang besar dan tempatnya asyik itu enggak banyak kayak sekarang. Masih bisa kehitung lah. Salah satunya adalah Taman Rekreasi Cimelati.

Taman Rekreasi Cimalati sebagai salah satu dari 3 unit usaha dibawah binaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pesona Pariwisata Kabupaten Sukabumi, merupakan kawasan wisata tertua didaerah ini, sebagai peninggalan Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1900 an.

Pertama kali dibangun dan dibuka pada tahun 1901, atau pada masa era pra kemerdekaan. Sejak dulu taman rekreasi ini sudah menjadi favorit, terutama warga negara Belanda, dan Eropa pada umumnya.

Bangunan peninggalan Belanda nampak masih dipertahankan, sehingga Taman Rekreasi Cimalati nampak asri dan memiliki pesona yang menakjubkan.

Tempatnya exotic, berhawa sejuk. Berada di kaki gunung salak. Taman Rekreasi Cimelati juga menyediakan Restoran Cimalati Indah dengan sewa ruang restoran maksimal 100 orang dengan biaya Rp 2,5 juta dan sewa ruang restoran untuk acara resepsi Rp 7 juta. Nah, nyok yang mau Resepsin segera booking tempat. Mantab

Selain TRC, tempat liburan berupa kolam remang di daerah Cicurug juga ada Pondok Maos, Savana atau Taman Angsa. 


Tempat yang menjadi daya tarik lain di Cicurug adalah Pasar Cicurug. Pasar yang buka hampir 24 jam setahu gue. Menyediakan berbagai macam barang yang dijajakan. Maklum, Namanya juga pasar kan. Hehe

Seringnya tempat ini menjadi penyebab kemacetan di Jalan Raya yang menghubungkan Sukabumi dengan Bogor. Penyebabnya beragam namanya juga pasar. Hilir keluar masuk kendaraan pengunjung pasar. Angkot yang ngetem, mobil PMDK dan Proyek yang gede-gede. Ya namanya juga pasar. Selamat menikmati kemacetannya. Hehe

Oh ya. Tips kalau takut macet, bisa lewat jalur alternatif Koramil-Tenjoayu ya. Atau kalau yang dari Cidahu bisa lewat Pasirdoton-Cimelati.


Pengajian Tafsir Jalalayn di Gang Kaum Kaler, Kelurahan/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tiap Kamis pagi hingga menjelang dzuhur, terus berdenyut hingga kini, sejak  tahun 1924 silam.

Pengajian Tafsir Jalalayn ini berlangsung di Masjid Bintang oleh ulama besar KH Muhammad Hasan Basri bin H Abdillah bin Sumapraja, atau yang lebih dikenal dengan nama Ajengan Bintang. KH Muhammad Hasan Basri yang wafat tahun 1948, merupakan keturunan kelima dari Dalem Aria Wiaratanudatar, seorang penyebar agama Islam di Kabupaten Cianjur.

Kegiatan pengajian Tafsir Jalalayn dilanjutkan cucunya, KH Amang Muhammad yang melanjutkan ayahnya Mama Ajengan KH Muhsin. 

Pengajian tersebut tidak hanya didatangi para kiai dan santri, tapi para penjual dan pembeli, turut meramaikan suasana dan menjadi pusat perekonomian. Orang-orang juga mengenal dengan istilah Sarkem atau pasar kemis.

Kalau tuan hendak mencari barang-barang murah, mulai dari kebutuhan dapur, perkakas rumah tangga, baju celana, sayur mayur sampai dengan accesories motor, ada di situ. Kalau korona dah kelar, mampir deh kesitu, ngaji. Pulangnya belanja. Hehe


Terdapat banyak Pesantren di Cicurug. Makannya wajar kalau Cicurug dijuluki kota santri. Diantara banyak pesantren itu, diantaranya adalah : 

Pondok Pesantren Al Amin

Awal lembaga pendidikan islam ini bermula dari didirikannya Pondok Pesantren Salafi Karangsirna Pada Tahun 1920 oleh Kyai H.Mama Kurdi, kemudian dilanjutkan oleh putranya Kyai. H. Ismatullah dan diberi nama Pondok Pesantren AL-AMIN. Selanjutnya pada tahun 1975 didirikan Yayasan AL-AMIN oleh penerusnya Kyai. H. Hidayatullah, yang kemudian diteruskan oleh Kyai H. Abdul Basith (Abuya Basith). Setelah Abuya Basith wafat pada tahun 2017, Yayasan AL-AMIN diteruskan oleh Kyai H. Ahmad Gondar Hibatullah dengan Pimpinan Pondok Pesantren oleh Kyai H. Ahmad Paisal.

Dari mana saja yang datang ke Al Amin? Banyak. Luar kota luar Provinsi. Seluruh indonesia.

Selain Al Amin, Cicurug sebetulnya punya banyak pondok pesantren yang santrinya berasal dari luar daerah. Semisal An Nidzom, As Syadziliyah, dan lainnya. Sayang, dicari di internet enggak gue temukan jejak literasi nya. Mudah-mudahan suatu saat bisa menuliskannya dengan langsung bertemu masing-masing pengurusnya. Aamiiin

Nah... Sebetulnya enggak cuman 6 Tempat sih ya yang menjadi iconic Cicurug. Yang sering kedatangan warga dari selain warga Cicurug. Untuk itu, silahkan teman-teman usul di kolom komentar tempat mana saja sih sebetulnya yang menjadi ikon Cicurug. 

Maklum, penulis ini orang biasa. Jarang maen, jadi perlu diajak main bareng biar bisa nulis bener.

Sekian ya. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau data. Gue Ibrahim. Gue penulis bukan teroris
Dari


Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

5 komentar

  1. Macet keneh tara kang cicurug, tos lami tara ameng yeuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Hari-hari sama jam tertentu aja Pak. Hehe cuman banyak yg macetnya daripada enggaknya. Hehe tapi jalan alternatifnya gak terlalu macet kok Pak. Hehe

      Hapus
  2. Mantap, Sukabumi emang gak ada habisnya kalo masalah tempat menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekuuy Kang. Kita ramaikan literasi tentang sukabumi. Mudah-mudahan mah kabeudag Kang

      Hapus

Posting Komentar

Follow by Email