Ternyata Perempuan Bisa Menggunakan 20.000 Kata Perhari. Laki-laki Hanya 7.000

2 komentar


Percaya atau tidak, katanya perempuan bisa berbicara sebanyak 20.000 kata perhari. Sedangkan laki-laki hanya 7.000 kata perhari. Wow, selisih 13.000 kata pemirsa. Hehe


Perempuan Bisa Menggunakan 20.000 Kata Perhari. Laki-laki Hanya 7.000

Literasi yang menuliskan bahwa perempuan bisa menggunakan kata sebanyak itu dalam sehari, gue dapat dari google. Ada banyak situs yang menuliskannya. Salah satu dari banyak itu adalah liputan6.com. Mereka mengutip penelitian yang dilakukan di Amerika. Tulisannya persis seperti di bawah ini :

Seperti dikutip Dailymail, Kamis (21/2/2013), para ilmuwan AS mencari cara apa yang bisa membuat tikus jantan lebih vokal dibanding pasangannya di kandang. Anak tikus yang baru berusia 4 hari dipisahkan dari ibunya dan menghitung berapa kali berteriak.

Anak tikus yang jantan dan betina berteriak ratusan kali, tapi yang jantan lebih sering dua kali. Akibatnya, anak tikus itu dimasukkan kembali ke kandang dengan ibunya.

Peneliti menguji otak tikus itu dan menemukan protein FOXP2 itu yang membuat anak tikus jantan lebih cerewet dua kali lipat. Peneliti kemudian menggenjot produksi protein itu di tikus betina dan mengurangi dalam jantan. Ini menyebabkan tikus betina lebih sering menangis dan induknya menunjukkan perhatian yang lebih kepadanya. Sebaliknya pada jantan, yang jadi kurang bicara. Penelitian ini dicantumkan dalam Journal of Neuroscience.

Selanjutnya, peneliti Universitas Maryland menguji sampel dari sepuluh anak laki-laki dan perempuan berusia antara tiga dan lima tahun. Hasilnya, anak-anak perempuan memiliki protein tersebut 30 persen lebih banyak dibandingkan FOXP2 pada anak laki-laki. Dan ini terletak di area otak yang menjadi kunci bahasa pada manusia.

"Berdasarkan pengamatan kami, kami mendalilkan kadar FOXP2 yang lebih tinggi pada anak perempuan dan FOXP2 yang lebih tinggi pada tikus jantan yang merupakan indikasi kalau protein FOXP2 berhubungan dengan jenis kelamin yang lebih komunikatif," kata Peneliti Margaret McCarthy.

Peneliti juga menunjukkan kalau perempuan senang mengobrol sejak usia muda. Anak perempuan belajar berbicara lebih awal dan lebih cepat dibanding anak laki-laki. Anak perempuan memiliki kosakata yang lebih banyak dan berbagai jenis kalimat dibandingkan anak laki-laki dalam usia yang sama.

Lantas bagaimana perempuan menyampaikan 20.000 kata itu dalam sehari?

Seperti yang kita tahu, di rumah kita misalnya. Siapa yang sering banyak memberitahu banyak hal kepada kita selama kita kecil hingga seperti sekarang? Atau siapa yang sering mengingatkan kita tentang sesuatu yang sering kita lupa ketika kita kecil, atau bahkan sampai sekarang? Jawaban mayoritasnya adalah Ibu kita bukan? Ya. Ibu lebih sering berbicara kepada saya. Bagaimana dengan Ibunya teman-teman?

Atau bisa saja perempuan menggunakan media tulisan untuk mengeluarkan jatah 20.000 kata dalam sehari. Banyak perempuan yang menjadi penulis buku terkenal kan? Di Indonesia ada Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Dee Lestari, ada juga Pipiet Senja dan banyak lainnya. Di belahan dunia yang lain juga ada perempuan yang sukses menjadi penulis terkenal seperti Inggris yang punya JK Rowling dengan Harry Potternya, atau Turki, Siber Eraslan yang menulis kisah (Sayyidah) Khadijah, Aisyah, Fatimah dan Hajar lewat novel.

Wabilkhusus tulisan ini saya ingin sampaikan untuk istri saya, Sayang hayuk nulis. Lampiaskan 20.000 kata Ummah lewat tulisan yang bermanfaat. Jika Gajah akan mati meninggalkan gading, atau Harimau yang meninggalkan belang ketika mati. Hayuk  sayang kita tinggalkan catatan-catatan baik untuk anak cucu kita nanti.

Sekalian juga saya mau ngajak temen-temen perempuan yang kebetulan lewat, lalu baca tulisan ini. Hayuk kita ramaikan khasanah penulisan dengan tulisan-tulisan hebat kalian.

Yang laki-laki juga jangan mau kalah ya. Meski 7.000 kata dalam sehari, tapi kan kita diberi jatah sembilan akal ketimbang perempuan yang hanya satu. Katanya ya Hehehe. 

Hayuk yang laki-laki kita bisa jadi penulis best seller kayak Habibburahman El Shirazy yang novelnya sudah banyak membangun jiwa kita.  Atau yang sangat produktif kayak Bang Tere Liye.

Sekian, gue Ibrahim.
Gue penulis, bukan Teroris.

Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar

Follow by Email