Fakta 1 Oktober : Sejarah Bercerita Dari PKI sampai Bom Bali


Siapa yang tahu kalau tanggal 1 Oktober mempunyai beberapa latar yang cukup bersejarah. Di Indonesia misalnya, kita akan mengingat kembali pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) kepada bangsanya sendiri. Lalu beberapa fakta tentang 1 Oktober di seluruh dunia. Dan kita akan mengecam pelaku teror bom yang terjadi di Bali tahun 2005 silam.

Siapkan gelas kosongnya Kakak! karena gue akan mengisi gelas kosong itu dengan wawasan yang sangat menarik. Chekidot!

Hari Kesaktian Nasional

Pada tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila , hari ini memiliki makna sebagai hari perkabungan nasional karena adanya tragedi penculikan dan pembunuhan G30S PKI. Tak hanya itu saja, pasca tragedi tersebut, terjadi pembersihan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI mulai dari anggota organisasi hingga simpatisan.

Mayoritas penduduk Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Dimulai para pemuda sampai dengan lansia pasti sudah tahu bahwa 30 September  1965 akan diingat sebagai sejarah kelam Bangsa Indonesia. Suatu gerakan muncul menorehkan luka yang mendalam bagi kita. Gerakan itu juga muncul sebagai pengkhianat! Pembangkang! Dan manusia tidak punya hati nurani! 

Pembantaian enam Jenderal satu perwira enam jam dalam satu malam mati dalam lubang tak berguna. Tak ada dalam perang Mahabarata! Bahkan tak ada dalam sejarah dunia! Hanya ada dalam sejarah Bangsa Indonesia.

Peri Sandi Huizche

Menarik untuk disimak, tadi gue sempet lihat wawancara yang dilakukan oleh Tagar TV kepada Prof. Dr. Anhar Gonggong selaku sejarawan. Dalam wawancara tersebut, Beliau berpesan kepada semua pihak (untuk) tidak hanya melihat isu (PKI) ini hanya sebatas dari tragedi G30S PKI tahun 1965 saja, harus mengetahui catatan sejarah tahun 1962-1964 di mana umat Islam punya kenangan kelam.

"Dalam periode itu banyak sekali kejadian-kejadian yang melahirkan berbagai sikap tertentu terhadap PKI. Misalnya, paling tidak pada orang Islam, bagaimana Pemuda Rakyat Kanigoro menyerang tempat kaderisasi-nya PII (Pemuda Islam Indonesia), menyerbu masjid di Malang dan sebagainya," kata Anhar saat menjadi pembicara di kanal YouTube Tagar TV, dilihat Rabu, 30 September 2020.

Lalu gue yakin kalau sedikit dari kita yang tahu bahwa setelah itu, Presiden Sukarno dituduh terlibat dengan gerakan sampai pada akhirnya Sukarno dicopot dari jabatannya sebagai Presiden, lalu diasingkan. Staff dan menteri yang dituduh terlibat juga dicopot dari jabatan merka.

Hari Bea dan Cukai Nasional

Test test, apakah kamu termasuk orang yang baru pertama kali tahu kalau selain hari kebangkitan nasional, tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai hari bea dan cukai nasional? Kalau iya, tos! Kita samaan. Wkwkw. Gue malah masih agak asing sama istilah bea dan cukai. Ini mungkin ada hubungannya dengan proses barang yang keluar/ekspor dan impor/masuk dalam sebuah negara. Dari pada menebak-nebak gajelas yang ujung-ujungnya jadi sok tahu, mending tahu beneran kan. 

Biar kamu tahu beneran soal 1 Oktober sebagai Hari Bea dan Cukai Nasional, yuk simak...begini ceritanya :

CUSTOMS (Instansi Kepabeanan) di mana pun di dunia ini adalah suatu organisasi yang keberadaannya sangat essensial bagi suatu negara, demikian pula dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Instansi Kepabeanan Indonesia) adalah suatu instansi yang memiliki peran yang cukup penting pada suatu negara.

Bea dan Cukai (selanjutnya kita sebut Bea Cukai) merupakan institusi global yang hampir semua negara di dunia memilikinya. Bea Cukai merupakan perangkat negara “konvensional” seperti halnya kepolisian, kejaksaan, pengadilan, ataupun angkatan bersenjata, yang eksistensinya telah ada sepanjang masa sejarah negara itu sendiri. Fungsi Bea Cukai di Indonesia diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu, namun belum ditemukan bukti-bukti tertulis yang kuat. Kelembagaannya pada waktu itu masih bersifat “lokal” sesuai wilayah kerajaannya. Sejak VOC masuk, barulah Bea Cukai mulai terlembagakan secara “nasional”. Pada masa Hindia Belanda tersebut, masuk pula istilah douane untuk menyebut petugas Bea Cukai (istilah ini acapkali masih melekat sampai saat ini).

Nama resmi Bea Cukai pada masa Hindia Belanda tersebut adalah De Dienst der Invoer en Uitvoerrechten en Accijnzen (I. U & A) atau dalam terjemah bebasnya berarti “Dinas Bea Impor dan Bea Ekspor serta Cukai”. Tugasnya adalah memungut invoer-rechten (bea impor/masuk), uitvoer-rechten (bea ekspor/keluar), dan accijnzen (excise/ cukai). Tugas memungut bea (“bea” berasal dari bahasa Sansekerta), baik impor maupun ekspor, serta cukai (berasal dari bahasa India) inilah yang kemudian memunculkan istilah Bea dan Cukai di Indonesia. Peraturan yang melandasi saat itu di antaranya Gouvernment Besluit Nomor 33 tanggal 22 Desember 1928 yang kemudian diubah dengan keputusan pemerintah tertanggal 1 Juni 1934.

Pada masa pendudukan Jepang, berdasarkan Undang-undang Nomor 13 tentang Pembukaan Kantor-kantor Pemerintahan di Jawa dan Sumatera tanggal 29 April 1942, tugas pengurusan bea impor dan bea ekspor ditiadakan, Bea Cukai sementara hanya mengurusi cukai saja. Lembaga Bea Cukai setelah Indonesia merdeka, dibentuk pada tanggal 01 Oktober 1946 dengan nama Pejabatan Bea dan Cukai. Saat itu Menteri Muda Keuangan, Sjafrudin Prawiranegara, menunjuk R.A Kartadjoemena sebagai Kepala Pejabatan Bea dan Cukai yang pertama. Jika ditanya kapan hari lahir Bea Cukai Indonesia, maka 1 Oktober 1946 dapat dipandang sebagai tanggal yang tepat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1948, istilah Pejabatan Bea Cukai berubah menjadi nama menjadi Jawatan Bea dan Cukai, yang bertahan sampai tahun 1965. Setelah tahun 1965 hingga sekarang, namanya menjadi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Catatan literasi tentang hari bea dan cukai ini gue dapat dari situs resmi bea dan cukai kita (http://www.beacukai.go.id) . So pasti bukan hoax deh. Dan berkat catatan itu pula, kita jadi tahu dong perbeacukaian negara kita. Ayeeeey, selamat buat kamu.

Hari Orang Lanjut Usia Internasional

Kamu tahu gak? Pada tahun 2020, jumlah orang yang berusia 60 tahun ke atas akan melebihi jumlah anak di bawah 5 tahun. Selama tiga dekade ke depan, jumlah lansia di seluruh dunia diproyeksikan menjadi lebih dari dua kali lipat, mencapai lebih dari 1,5 miliar orang pada tahun 2050, dan 80% dari mereka akan tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ya Alloh ya Robbi. Gue jadi inget do'a untuk kedua orang tua yang diajarkan sekolah ketika gue masih bocil. 

Ya Allah sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil. Nyesss, auto inget mamah sama Bapak di kampung. 

Salut gue sama orang-orang yang tidak mementingkan diri sendiri, orang yang peduli kepada orang yang usianya sudah lanjut. Gue berharap orang-orang yang memiliki kepedulian itu, dipanjangkan umurnya dengan keberkahan, dimudahkan urusannya. Aamiiin

Baydewey, apakah kamu tahu kalau tanggal 1 Oktober, dunia memperingati hari lansia internasional? Kalau tahunya baru sekarang, tos lagi yuk. Karena kita samaan. Ciyeh samaan terus. Jangan-jangan kita jodoh. Wkwkw

Catatan literasi yang ngasih gue info tentang hari lansia internasional itu adalah situsnya un.org  un itu PBB ya kalau bahasa kita mah. Bukan ujian nasional. Mereka nulis (kalau gue google terjemahkan itu) begini :

Pada 14 Desember 1990, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Orang Lanjut Usia Internasional ( resolusi 45/106 ). Hal ini didahului oleh inisiatif seperti Vienna International Plan of Action on Aging , yang diadopsi oleh Sidang Dunia 1982 tentang Penuaan dan disahkan kemudian pada tahun itu oleh Majelis Umum PBB.

Pada tahun 1991, Majelis Umum mengadopsi United Nations Principles for Older Persons ( resolusi 46/91 ). Pada tahun 2002, Sidang Dunia Kedua tentang Penuaan mengadopsi Rencana Aksi Internasional Madrid tentang Penuaan , untuk menanggapi peluang dan tantangan populasi yang menua di abad ke-21 dan untuk mempromosikan perkembangan masyarakat untuk segala usia.

Komposisi penduduk dunia telah berubah secara dramatis dalam beberapa dekade terakhir. Antara tahun 1950 dan 2010, angka harapan hidup di seluruh dunia meningkat dari 46 menjadi 68 tahun. Secara global, ada 703 juta orang berusia 65 atau lebih pada tahun 2019. Wilayah Asia Timur dan Tenggara adalah rumah bagi jumlah lansia terbesar (261 juta), diikuti oleh Eropa dan Amerika Utara (lebih dari 200 juta).

Selama tiga dekade berikutnya, jumlah lansia di seluruh dunia diproyeksikan menjadi lebih dari dua kali lipat, mencapai lebih dari 1,5 miliar orang pada tahun 2050. Semua wilayah akan melihat peningkatan jumlah penduduk lansia antara tahun 2019 dan 2050. Peningkatan terbesar ( 312 juta) diproyeksikan terjadi di Asia Timur dan Tenggara, tumbuh dari 261 juta pada 2019 menjadi 573 juta pada 2050. Peningkatan tercepat jumlah lansia diperkirakan terjadi di Afrika Utara dan Asia Barat, meningkat dari 29 juta pada 2019 menjadi 96 juta pada 2050 (meningkat 226 persen).

Peningkatan tercepat kedua diproyeksikan untuk sub-Sahara Afrika, di mana populasi berusia 65 atau lebih dapat tumbuh dari 32 juta pada 2019 menjadi 101 juta pada 2050 (218 persen). Sebaliknya,peningkatan tersebut diperkirakan relatif kecil di Australia dan Selandia Baru (84 persen) dan di Eropa dan Amerika Utara (48%), wilayah di mana populasinya sudah jauh lebih tua daripada di bagian lain dunia.

Di antara kelompok-kelompok pembangunan, negara-negara kurang berkembang tidak termasuk negara-negara kurang berkembang akan menjadi rumah bagi lebih dari dua pertiga populasi lansia dunia (1,1 miliar) pada tahun 2050. Namun peningkatan tercepat diproyeksikan terjadi di negara-negara kurang berkembang, di mana jumlah orang yang berusia 65 atau lebih dapat meningkat dari 37 juta pada 2019 menjadi 120 juta pada 2050 (225%)

Hari Vegetarian Internasional

Sebuah sumber mengatakan bahwa setiap tahun, ribuan orang merubah pola hidupnya mereka mengklaim bahwa mereka berubah ke arah yang lebih sehat, peduli terhadap kehidupan hewan dan ingin menghentikan kekejaman yang dilakukan terhadap hewan. Kira-kira, siapa mereka? Yap, mereka adalah vegetarian. Mereka memutuskan untuk berhenti mengkonsumsi daging, dan bahkan makanan lain yang berasal dari hewan. 

Hari ini, 43 tahun lalu. Masyarakat Vegetarian Amerika Utara yang dalam bahasa aslinya adalah North American Vegetarian Society (NAVS) mendirikan hari vegetarian internasional untuk membantu mempromosikan cara hidup vegetarian, dan mendidik orang-orang tentang manfaat kesehatan dan sosial dengan melakukan tindakan untuk menghilangkan daging dari makanan mereka. 

Mereka beranggapan bahwa sebagai omnivora, manusia mampu bertahan dalam kesehatan total dengan pola makan yang tidak mengandung daging hewani atau produk apa pun. Pola makan vegetarian secara signifikan lebih sehat daripada pola makan yang mengandung produk hewani, terutama bila kita berhati-hati dengan asupan lemak. Dengan diet vegetarian rendah lemak, kita dapat sepenuhnya menghindari masalah apa pun dengan penyakit kardiovaskular.

Pola makan vegetarian tidak hanya menghilangkan lemak dan kolesterol hewani dari makanan mereka (terutama untuk vegan), tetapi mereka juga mengonsumsi lebih banyak serat dan anti-oksidan, yang terkenal karena kemampuannya untuk melawan kanker! Begitu mendalamnya pengaruh vegetarian terhadap kesehatan kita, secara statistik telah terbukti menambah 13 tahun sehat dalam hidup kita.

Untuk membuktikan teori itu, kita diajak untuk melihat pola hidup orang Okinawa - Jepang. Ada yang sudah pernah berkunjung ke sana?

Banyak artikel yang membahas atau menginformasikan tentang orang Okinawa, semuanya menyoroti pola hidup yang mereka lakukan. Terutama dalam hal makanan. Mereka orang Okinawa diklaim memiliki umur yang panjang. Dan faktor yang dianggap mempengaruhi itu adalah karena pola makanan vegetarian yang mereka anut.

Bom Bali II Pada 2005

Hari ini, 15 tahun silam salah satu tempat Indah di Indinesia, kembali mendapatkan teror bom. Setidaknya 23 orang dikabarkan meninggal dunia karena kejadian itu. Bali kembali berduka selah tiga tahun sebelumnya juga mendapatkan teror serupa.

Siapapun pelakunya, mereka adalah orang-orang yang akan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan Tuhan. Kita sama-sama yakin bahwa tidak ada Agama yang mengajarkan kekerasan. Teroris tidak beragama! Jangan sampai terprovokasi lalu keutuhan dan kebersamaan dalam damai yang sudah terjadi selama bertahun-tahun itu tetap bisa  kita pertahankan.

Penutup

Gue gak mau ngulas bom lama-lama, ngeri gue bahasnya. Hanya bisa berdo'a semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah Swt, dimudahkan dan diberkahi dalam setiap urusan yang akan kita lakukan. Gue sangat berharap bahwa apa yang gue tulis soal fakta 1 Oktober ini bisa menjadi penambah wawasan buat kita semua. 


Sekian gue Baim

Gue Penulis, bukan Teroris


Sumber bacaan : 


Ibrahim Dutinov
Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email