https://www.idblanter.com/search/label/Template
https://www.idblanter.com
BLANTERORBITv101

7 Hal ini Bikin Kamu Sulit Menerima Keadaan. Kudu Kumaha Atuh?

Rabu, 30 Desember 2020
7 Hal ini Bikin Kamu Sulit Menerima Keadaan. Kudu kumaha atuh?


Ketika hidup di dunia ini, seringnya kita hanya sebatas tahu bahwa sesuatu ini adalah benar dengan sesuatu yang lainnya adalah salah. 

Pengetahuan benar atau salah itu tidak diiringi dengan perasaan yang benar-benar sadar. Banyak orang termasuk saya, pastinya juga Anda sudah tertipu oleh dunia.

Berjalan ringan seolah tidak ada apa-apa, padahal tanpa disadari seringnya kita sedang berjalan menuju ke hal paling menakutkan dalam diri kita.

(Tidak perlu dibaca)
Duh, berat nih bahasanya kalau sudah pakek "Saya" "Anda"  "Menakutkan" terus ngomongin "Sadar" terus bawa-bawa "Benar-salah" Hehe. Wadidau banget lah pokoke.

Ah bukan gue banget. Udah ya, kita ubah bahasanya jadi lebih enteng. Biar kayak sambil ngopi gitu kan.

"Saya" diganti jadi "Gue" dan "Anda" ganti jadi "Kamu" lah! kenapa nggak "Elu" sekalian aja? bukan "Kamu". 

Sorry gaisss. Gue belum cukup umur buat ngomong elu-elu an, nggak boleh sama Mamah. Hehe.

Halah, ribet penjelasannya (Kan dah gue bilang gak usah dibaca)

Yang mau gue sampaikan sih... sebenarnya tentang 7 hal yang nyatanya kita tahu bahwa itu ada, tapi kok rasanya sulit banget untuk diterima.

Kalau ketemu dengan salah satu dari 7 hal itu, rasanya kok hidup terasa sempit. Ingin mati saja. Coba deh cek sama kamu bener nggak sih bikin sempit terus ingin mati aja?

Padahal kalau sudah mati, kan nggak bisa stalking mantan lagi, atau liat gebetan lagi. Walaaah, repot atuh Jo (Jo:Jomblo) mangkanya sebelum itu terjadi, yuk kenali 7 hal berikut.

7 Hal ini Bikin Kamu Sulit Menerima Keadaan. Kudu kumaha atuh?



1. Kemudahan


Eh ini salah nulis gak sih? kemudahan jadi salah satu dari tujuh yang sulit diterima? Kok, bisa. ya Bisa. hehe


Seringnya kita menganggap kemudahan itu seolah hal yang biasa aja, sesuatu yang kita anggap sebagai standar.

Dimudahkan untuk napas misalnya, standar. Dimudahkan untuk bisa ngomong lancar juga dianggap standar. Hingga karena kita menganggap itu standar, kita jadi kurang menghargai kemudahan itu.  

Sampai disebutkan bahwa kita ini bisa dikatakan mirip seperti binatang. Mengeluarkan suara hanya ketika kita merasa kurang, ketika kesusahan atau sedang terancam. Tapi ketika kita nyaman, kita anteung aja woles foreva.

Gaiss...tanpa kita disadari, kita jadi menganggap sebuah kemudahan itu nggak ada artinya sama sekali. Lalu kita jadi nggak bersyukur. Let's think again.

2. Kesulitan


Tanpa gue sebut mungkin yang namanya kesulitan itu udah jadi bagian yang nggak bisa kita terima. Makin nggak bisa terima keadaan. 

Beragam jenis kesulitan yang ada, apapun itu dan bagaimanapun bentuknya, kita akan terang-terangan menolak itu hadir pada hidup kita. Siapa yang mau?

Padahal jika kita runut lagi, segala yang ada di bumi adalah anugerah. Termasuk dengan adanya kesulitan.

Kita bakalan tahu rasanya hidup mudah ketika sudah akrab dengan kesulitan, kita juga jadi pandai bersyukur ketika lumrah dengan kesulitan. Jadikan kesulitan sebagai jalan, bukan halangan. Jalan itu artinya harus dilalui dong, kalau halangan kan bisa dihindari.

Teorinya memang selalu mudah ya teman. Berbeda dengan kenyataan yang kita hadapi, orang seringnya nggak ngerti dengan kondisi yang kita alami.

Hmmm… tenang teman, ketika pikiran mulai tidak terbuka dengan masalah yang ada. Ada baiknya kamu mencari seseorang yang lebih mengerti. Seorang guru atau ahli tentu paham bagaimana caramu keluar dari masalah yang ada. Keep moving!

3. Orang Bermasalah


Bukan soal baju yang lusuh dan bau yang menyengat karena beberapa bulan tidak mandi. Orang bermasalah malah bisa jadi pasangan kamu sendiri. Atau orang-orang terdekat kamu yang setiap harinya berinteraksi denganmu.

Tipe yang sulit diterima kehadirannya, kali ini berbentuk orang lain. Orang bermasalah! Menyamar menjadi anak kita, tetangga sebelah, Ibu mertua, rekan kerja, teman kuliah, atau bahkan pasangan hidup kamu sendiri.

Setiap yang dia lakukan selalu membuat otak kita geram, hati jadi panas. Batin tersiksa dan stok kesabaran semakin menipis. Saya kira mungkin itu yang kamu rasakan ketika berhadapan dengan orang bermasalah. 

Seperti julukannya, orang bermasalah. Kemana-mana bawa masalah!

Tapi tahukah? Bagaimanapun dia adalah orang. Hadirnya ke kehidupan kita bukan tanpa sebab dan tanpa tujuan. Sering kita dengar bahwa beberapa orang datang sengaja diutus Tuhan untuk menguji iman kita, menguji kesabaran kita atau sampai menguji keyakinan kita.

Jika mau berhenti sejenak untuk merenung. Yuk, sekarang deh kita merenung. Kira-kira ujian dicipta buat apa? Selain buat menaikkan derajat orang yang diuji. Jujur-jujuran aja deh, kamu juga sering nguji orang dong. Ngaku deh! Nah kan ketahuan.

Orang bermasalah biarlah tetap bermasalah, pada dasarnya ia adalah ujian buat menaikkan derajat kita. Kita yang harus merubah pola pikir, jadikan dia partner bertanding melawan pikiran negatif dalam diri kita ya. 

Kalau orang bermasalahnya adalah mantan, wes lah! Karepmu, mantan kok dipikirin. Hehe

4. Egoisme


Lain dengan orang bermasalah yang ada diluar diri kita, egois adalah bentuk nyata diri yang sifatnya sulit tunduk.

Yang dikatakan egois kepada diri selalu ingin jadi prioritas. Seringnya kita tidak memikirkan orang lain. Atau kalaupun kepikiran, pasti orang lain tidak lebih penting dari kita. Kan begitu

Ego itu adalah hal yang wajar ada dalam diri kita. Hal wajar pula ada dalam diri orang lain. Tapi kok, meski wajar lah kehadirannya itu sulit kita terima ya.

Beberapa kasus kita malah nggak bisa akur sama orang lain karena terlanjur ego. Iya egois maksudnya. Coba kalau bisa meregangkan pikiran, lalu terbuka dengan masukan dari mana saja. 

5. Iri hati


Yang iri itu cukuplah cuman satu. Ialah bensin di kendaraan kita. Kalau hati mah, nggak usah lah ikut-ikutan iri. Lah kalau terlanjur iri gimana dong? Wehehehe

Mangkanya masuk ke daftar 9 hal yang sulit diterima juga sebetulnya iri hati ini sering nempel sama diri kita. Tapi nggak mudah buat kita terima.

Iri hati ini obatnya susah. Gejalanya mudah banget. Kayak apa ya? Kayak ditinggalin mantan? Jelas enggak. Iri hati mah lebih parah coy.

Kalau dah kena iri hati akut, apa-apa jadi susah. Mau makan susah, mau minum susah, mau cinta juga jadi susah. Ujungnya jadi susah move on kan.

Terimalah iri hati ini sebagai bagian dalam diri yang masih wajar. Cara kita selanjutnya adalah bagaimana mengkonversinya menjadi lebih baik. 

6. Kritik dan cela


"Kamu tuh ya bisanya cuman ngomoooong aja! Perbuatannya nggak ada, mana itu rumah yang kamu janjikan sebelum nikah? Mana! Mana?!" Sewot Rita ke suaminya.

Eh itu masuk kritik atau cela baydewey?  Hayooo.. 

Pokoknya tahu lah ya mana yang namanya kritik dan mana yang namanya cela, meski kadang keduanya sukar dihindarkan. Padahal jelas sekali jika kritik itu sifatnya membangun. Jadi ada hal bagus juga yang bisa disampaikan. Yaitu perbaikan.

Sayangnya, tidak semua orang bisa menerima kritik, apalagi celaan. Saya termasuk yang sulit menerima juga sih. Hehehhe (mangkannya nggak maju-maju) 

Lalu bagaimana bisa kita menerima kritik-cela? Bisa aja sih, ada Ilmunya. Dari judulnya kita bisa langsung tahu kalau buku Mark Manson  Seni Bersikap Bodo Amat sepertinya bakalan ngajarin kita cara menerima kritik dengan cara yang keren!

Kita diajak untuk tidak terlalu peduli dengan omongan negatif orang meski tetap menerimanya. Orang mau ngomong apa tetap kita terima, tapi setelah diterima nggak langsung kita telan mentah. Ada prosesnya. Proses yang keren ini dinamakan "Bodo Amat"

Jadi bodo amat itu bukan nggak nerima ya

7. Kelebihan orang lain


Sadarlah kawan, setiap orang akan diciptakan berbeda antara satu dengan yang lainnya. Beda secara fisik, maupun psikis. Beda secara ideologi, maupun biologis. Pokoknya beda aja ya. Kek kamu, meski awalnya merasa-sama sama membutuhkan, ujungnya apa? Sadarkan bahwa kamu punya perbedaan?

Apa harus jadi mantan dulu biar paham perbedaan? Hehehe

"Bisa nggak sih kamu kayak dia? Perhatian ke pasangannya?" Celetuk Romlah ke ojek online yang sedang mengantarkan dirinya. 

Kelebihan orang lain ini bisa dikatakan berhubungan erat  dengan ketidak-syukur-an kita menerima keadaan. 

Jadi bola nya masih ada di kita. Kita yang salah, orang lain yang biasa aja kita anggap lebih. Orang lain yang juga punya kekurangan, eh kita fokus ke lebihnya aja. Nggak adil dong

Cara terbaik untuk menerima kelebihan orang lain adalah dengan menjadi diri sendiri. Syukuri apa yang ada. Banyakin main sama orang-orang Soleh udah deh gitu. Hindari ghibah Weh. Tuman! Hehe

Penutup


Tidak ada yang mudah didunia ini sebelum kita sendiri yang menganggapnya mudah. Tentang bagaimana caranya? Kadang kita hanya perlu sabar dalam sikap optimistis, yakin kepada sang Maha Pencipta bahwa semuanya akan baik-baik saja. Aal izz well.

Atau dalah bahasa lain disebut seperti ini :

Da emang gampang Ari ngomong teori mah, gawe na mah angeur Weh hese Pisan. Wkwkkwkw. Ngan maenya Weh atuh Gusti teu nulungan mung urangna menta bari usaha mah. Leres teu sluuur?


Referensi Bacaan :
Bibir Tersenyum Hati Menangis - Muhammad Muhyidin



Author

Ibrahim Dutinov

Pembela kebenaran, pencari jomet sejati. Gue Ibrahim, gue penulis. Bukan teroris!

Hi, Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat ya.
Kalau ada pertanyaan, permintaan, atau bantuan melupakan mantan, silakan tinggal berkomentar, eh tapi jangan kasih link hidup ya gaiss.

Dariku untukmu pembaca budimanku
Best Regards, Baim Dutinov

  1. Tanpa kusadari, 7 hal ini memang benar nyatanya.
    Merenung jadinya baca ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah kan, gue aja baru nyadar. Yang paling jleb nomor 1 sih. Hehe

      Hapus
  2. Mantul pisan tulisan nya, semangat terus kang idutinov... Sangat leres itu tulisan teh....

    BalasHapus
  3. Baca ini sebelum bobok bener bener jadi bahan muhasabah, apalagi poin 1 sih berasa hati kena tusukan.

    Saking simplenya sampai orang orang selalu abai sama kemudahan dan kenikmatan yg sudah dikaruniai Allah

    Ya Allah kemana aja aku selama ini.
    Keren kak tulisannya, lain kali kasih asuransi mungkin ini soalnya habis baca jadi nyesek begini yak 😞😞

    BalasHapus
  4. Sebenarnya, benar atau salah itu absolut. Justru jadi masalah kalau kita menganggapnya relatif

    BalasHapus